
batampos.co.id – Masa konsesi pengelolaan air ATB akan segera berakhir pada tahun 2020. Badan Pengusahaan (BP) Batam akan segera melelang tender pengelolaan air untuk mencari pemenang baru.
ATB tetap akan mengikutinya. Namun meskipun ada kemungkinan ATB akan kalah, ternyata perusahaan air minum ini telah memiliki lini usaha baru di Jawa Timur dan Lampung.
“2020, ATB akan ikut lagi. Kita tentu harus ikut untuk melakukan yang terbaik bagi Batam. Bukan semata-mata cari keuntungan,” ujar Presiden Direktur ATB Benny Andrianto belum lama ini.
Di saat menjelang akhir konsesi ini, ATB membentuk Corporate Secretary sebagai upaya untuk ekspansi usahanya di Jawa Timur dan Lampung.
“Kami punya perusahaan baru di Jawa Timur, tepatnya di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo serta di Bandar Lampung,” katanya.
Namun ia belum bisa menjelaskan perusahaan apa yang menjadi lini baru usaha ATB ini.
“Jika bukan kami, mudah-mudahan Batam dapat operator yang sebaik atau lebih baik dari kami,” ungkapnya.
Menatap tender pengelolaan air untuk 2020 nanti, ATB sudah sangat siap meskipun ada 14 perusahaan yang akan siap menjegal langkah mereka.
“Kan katanya BP mau masukkan 14 investor. Siapa sih yang tak tertarik kelola air di Batam. Tinggal pijit-pijit tombol saja. Cuma tak akan semudah itu karena ada kami,” tegasnya.
Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pihaknya tidak akan memperpanjang kontrak ATB lagi.
“Tapi kami buka proses baru, dimana ATB boleh ikut lagi. Kami berharap pelayanan dari siapapun yang menang nanti bisa sebaik ATB atau lebih baik lagi,” katanya.
BP katanya tak bisa berkonsentrasi menangani pengelolaan air makanya diserahkan kepada swasta.
“Karena kami harus bangun jalan dan infrastruktur lainnya,” pungkasnya.(leo)
