Iklan
foto: yuli / batampos

batampos.co.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam kembali menggelar Pasar Murah TPID selama lima hari mulai hari ini (kemarin) hingga hari Senin (11/6) nanti.

Hari pertama di Pasar Murah TPID kedua ini yang digelar di depan Kantor Camat Bengkong, satu jam berlangsung yang mulai dibuka pukul 9.00 WIB, langsung diserbu ratusan bahkan ribuan warga Bengkong.

Tiga ton beras yang disediakan Bulog langsung habis terjual dalam waktu hanya satu jam saja.

“Mumpung ada Pasar Murah TPID ini, kami dari pagi tadi rela antre menunggu dibuka. Memang harganya jauh lebih murah kok di Pasar Murah TPID ini. Bawang merah saja perkilogramnya di pasar sampai Rp 45 ribu. di Pasar Murah TPID ini hanya dijual Rp 22 ribu saja. Kan selisihnya seratus persen lebih,” ujar Mufidah didampingi suami dan anaknya, warga Bengkong Sadai yang memborong sembako di Pasar Murah TPID sampai antre sejak pagi hari sebelum dibuka.

Kabag Perekonomian Pemko Batam, sekaligus tim TPID Batam, Zurniati menegaskan, pihaknya pada Pasar Murah TPID yang kedua ini melibatkan beberapa distributor komoditi pangan seperti distributor daging, telor, Hypermart, Indomart, Bulog dan BUMD serta DKPP dan Dinas Perikanan.

“Tiap distributor minimal menyiapkan seribu papan atau pack untuk masyarakat. Misalnya telur, minimal distributor yang diikutkan Pasar Murah TPID yang kedua ini harus menyiapkan seribu papan telur. Lebih dari itu diperbolehkan,” ujar Zurniati.

Masih kata Zurniati, digelarnya Pasar Murah TPID kedua ini bertujuan untuk menekan inflasi di Batam serta mencegah adanya manipulasi atau monopoli harga jelang lebaran.

“Ada beberapa komoditi pangan di Pasar Murah TPID dibatasi pembeliannya. Misalnya saja telur dan daging kerbau, maksimal per orang hanya diperbolehkan membeli lima kilogram daging kerbau maupun sapi. Sedangkan untuk beras kemasan lima kilogram, kami tak membatasinya. Berapapun yang masyarakat inginkan, boleh beli berapapun berasnya,” terang Zurniati.

Pada Pasar Murah TPID kedua ini, lanjutnya, seluruh bahan pangan yang dijual ke masyarakat, harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasar lainnya, karena dari distributor sendiri yang menentukan harga grosir.

“Harga murah pada Pasar Murah TPID ini bukan karena disubsidi. Ini murni harga dari distributor utama. Kalau harga di pasar kan jauh lebih mahal karena dari distributor, masih harus ke tangan kedua dan ketiga sampai ke konsumen. Makanya harganya jauh lebih mahal,” ujar Zurniati.

Pasar Murah TPID kedua ini, pemerintah menyiapkan tenda untuk menggelar komoditi pangan yang akan dijual serta menyiapkan meja.

“Itu semua gratis tanpa ada dipungut biaya,” katanya.

Sementara dari pihak Bulog sendiri di Pasar Murah TPID kali ini menyiapkan tiga ton beras premium merek Beras Kita kemasan lima kilogram yang dijual Rp 48 ribu.

Menyediakan pula 300 kilogram gula pasir kemasan merek Gula Kita yang dijual per kilogramnya Rp 12 ribu.

“Tak hanya beras dan gula pasir saja. Kami juga menyiapkan daging kerbau sebanyak 300 kilogram. Untuk daging kerbau kami jual perkilogramnya hanya Rp 75 ribu, jauh di bawah HET Rp 80 ribu,” ujar Kasi Komersiil Bulog Batam, Sri Rahayu.

Sri Rahayu berharap, dengan adanya Pasar Murah TPID ini, masyarakat bisa menyimpan atau menyetok bahan pokok untuk kebutuhan lebaran seperti misalnya beras. Karena harga beras di pasar dengan kualitas yang sama sudah ada patokan HET, jarang didapati di pasar harganya sesuai HET, pasti jauh lebih mahal.

“Yang paling laku cepat habis adalah daging kerbau. Kami siapkan 300 kilogram, hanya sejam sudah 200 kilogram daging habis terjual,” terang Sri Rahayu.

Komoditi pangan yang dijual di Pasar Murah TPID ini seperti cabai dijual Rp 23 ribu saja perkilogramnya. Sedangkan di pasar higga tembus Rp 45 ribu. Begitu juga bawang putih hanya dijual Rp 17 ribu perkilogramnya. Sedangkan di pasar saat ini harga bawang putih dijual Rp 30 ribu.

Begitu juga harga daging sapi di pasar yang saat ini dijual Rp 90 ribu perkilogramnya, di Pasar Murah TPID hanya dijual Rp 78 ribu.

Gula pasir merek Gula Kita dari Bulog yang di ritel-ritel perkilogramnya dijual Rp 13.500, di Pasar Murah TPID hanya dijual Rp 12 ribu saja.

Sementara beras medium merek Beras kita di Pasar Murah TPID perkilogramnya hanya dijual Rp 9.600 saja. Sedangkan di pasar maupun ritel, dengan kualitas sama, beras per kilogramnya tembus Rp 11 ribu. (gas)

Advertisement
loading...