Iklan
SD 007 Lubuk Baja

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi memastikan rencana absennya penerimaan siswa baru di SDN 007 Lubuk Baja belum final dan perlu peninjauan kembali.

“Belum diputuskan, saya akan tinjau kembali. Karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat,” kata dia, Kamis (7/6) siang.

Sebelum keputusan diambil, ia meminta kecamatan dan warga kembali berunding. sehingga ke depan tidaka da pihaknya yang merasa kepentingan atau masukannya tidak terakomodir.

“Jangan setelah ditutup atau tak terima kelas satu (murid baru), ada yang protes,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya akan melihat perkembangan penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah yang ada di sekitar wilayah tersebut. Menurutnya, di wilayah tersebut sekolah dasarnnya cukup banyak sementara SMP hanya satu yakni SMP 41 Batam yang satu komplek dengan SDN 007 Lubuk Baja.

“Kami akan lihat situasinya. SD di situ banyak, kalau SD-SD sekitarnya tak mampu nampung, kita buka lagilah SD 007 itu. Kalau SD lain mampu menerima, tak masalh tidak terima kan,” imbuhnya.

Ia membantah jika rencana tidak terimanya murid SD karena kekurangan lokal. Sejatinya rencana absennya penerimaan tersebut berawal dari masukan masyarakat pasca rapat dengan pihak kecamatan Lubuk Baja. Masalah utama yang dikeluhkan para wali murid SDN 007 yakni bergabungnya SD dan SMP tidak cukup baik bagi perkembangan anak-anak SD.

“Bukan karena lokal, tiga lokal pun tak masalah terima. Tapi, kasihan anak SD yang masih kecil, terbawa-bawa dengan anak SMP yang sudah remaja. Makanya permintaan mereka kalau bisa jangan terima murid dulu,” paparnya.

Soal penolakan rencana tidak terima murid baru, ia mengaku tak mengetahui persoalan tersebut. Justru yang ia ketahui ada penolakan warga terkait rencana relokasi SDN 007 Lubuk Baja, ia pun menegaskan memang tidak ada rencan relokasi karena tidak ada lahan.

“Maunya kami memang bangun satu sekolah lagi, tapi ini persoalan lahan tidak ada. Makanya saya waktu turun ke sana, sampaikan harus ada tanah itu,” sebut dia.

Menurutnya, SDN 007 dilokasi tersebut memiliki gedung sendiri dan bahkan lebih dulu ada dari SMPN 41 Batam. Dulu, ia mengungkapkan kehadiran SMP N 41 ini karena SMP di bilangan Tanjung Uma tidak cukup menampung murid. Lalu kemudian, lokasi sekitar 5 ribu meter dibagi dua untuk SD sebagian dan SMP sebagian.

“Bagi dua dalam satu lokasi. SD itu bukan numpang,” terangnya.

Dan kini, SMP 41 Batam menjadi satu-satunya sekolah di antara beberapa SD di wilayah tersebut. Terkait ini, Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan mengatakan, melihat kondisi ini lebih baik gedung difungsikan menajdi SMP saja. “SD kan cukup banyak di wilayah ini,s edangkan SMP hanya satu. jadi rencananya seutuhnya menjadi SMP N 41,” ujarnya.

Sementara siswa-siswa SDN 007 Lubuk Baja akan dirujhuk dibeberapa sekolah dasar di wilayah tersebut. (iza)

Advertisement
loading...