Iklan

batampos.co.id – Lewat kanal YouTube PBB tadi malam (8/6), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terlihat begitu emosional. Persisnya ketika hasil voting pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB diumumkan.

Indonesia berhasil meraih 144 suara. Sedangkan Maladewa, satu-satunya saingan untuk jadi anggota tidak tetap DK PBB dari Asia, hanya mengumpulkan 46 suara.

Dengan hasil tersebut, Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Selain Indonesia, ada empat negara lain yang tadi malam ditetapkan sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Yakni, Jerman, Afrika Selatan, Republik Dominika, dan Belgia.

Pengamat luar negeri dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Teuku Rezasyah mengungkapkan, kemenangan Indonesia atas Maladewa sudah diprediksi sejak awal. Sebab, dari sisi kapasitas diplomatik, Indonesia jauh lebih besar dan luas cakupannya ketimbang Maladewa.

Keunggulan Indonesia atas Maladewa itu hasil dukungan banyak sektor. Mulai kinerja pembangunan Indonesia yang dinilai berhasil. Kemudian, keberhasilan pemerintah secara umum, kinerja diplomatik, serta dukungan masyarakat luas Indonesia.

”Ini bukan kemenangan Indonesia saja. Tetapi, kemenangan negara-negara berkembang dan negara yang demokrasinya baru berkembang lainnya,” katanya tadi malam.

Meski begitu, Rezasyah mengingatkan, Indonesia tidak perlu larut dalam kebahagiaan yang berlebihan. ’’Maladewa tetap harus diuwongkan (diorangkan, red),” tuturnya.

Dia berharap jangan sampai kemenangan itu malah tercemar dengan perilaku yang lupa diri. Menurut Rezasyah, ada beberapa misi diplomatik yang akan dibawa Indonesia.

Misalnya, isu kemerdekaan Palestina, warga Rohingya, serta isu-isu nuklir. Menurut Rezasyah, keberhasilan menjadi anggota tidak tetap DK PBB kali ini merupakan kali keempat. Sebelumnya, Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB di era Menlu Adam Malik, Hassan Wirajuda, serta Ali Alatas. (wan/c10/ttg/JPG)

Advertisement
loading...