Jumat, 10 April 2026

Penumpang Bandara Membludak

Berita Terkait

Calon penumpang antri di pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (8/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemudik di Bandara Internasional Hang Nadim membeludak dari H-9 (6/6) lalu. Dari data petugas Hang Nadim lonjakan penumpang jauh melebihi hari biasanya. Menurut Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan penyebab lonjakan penumpang sebelum H-7, disebabkan hari libur yang lebih panjang dari tahun sebelumnya.

“Senin (11/6) sudah libur, mungkin sejak beberapa hari lalu ada yang mulai curi-curi libur. Atau mungkin memulangkan keluarganya terlebih dahulu ke kampung halaman,” katanya, Jumat (8/6).

Suwarso menyebutkan penumpang yang berangkat Kamis (31/5) sebanyak 7.661 orang, Jumat (1/6) 7.948, Sabtu (2/6) 7.352 orang, Minggu (3/6) 7.900 orang, Senin (4/6) 8.447 orang, Selasa (5/6) 8.888 orang, Rabu (6/7) 9.259 orang, Kamis (7/6) 9.353 orang. Dan hari ini diperkirakan jumlah penumpang memadati Hang Nadim berada dikisaran angka 9ribuan orang.

Suwarso mengatakan dari Jumat (8/6) hingga Minggu (10/6) jumlah penumpang akan terus naik dibandingkan hari sebelumnya. “Normalnya itu 6.700 orang. Dan angka ini meningkat bila dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.

Saat H-10 hingga H-7 Idul Fitri tahun lalu, penumpang yang memadati Hang Nadim berada dikisaran 7ribuan orang. Namun tahun ini sudah menyentuh angka 9ribu orang. “Perkiraan kami sedikit meleset. Karena perubahan jadwal libur,” tuturnya.

Suwarso meminta masyarakat agar selalu mengecek jadwal keberangkatan. Dan terus memantau apabila terjadi perubahan jadwal keberangkatan. Para calon penumpang diharapkan datang ke Bandara Internasional Hang Nadim dua jam sebelum keberangkatan. “Jangan lupa membawa identitas, dan secepatnya melakukan cek in. Saya harap juga tidak membawa barang berlebihan,” ungkapnya.

Effendi salah seorang penumpang tujuan Palembang, menuturkan tidak membawa barang yang terlalu banyak. Ia mengatakan hanya membawa beberapa potong baju dan sedikit oleh-oleh. “Saya bawa cokelat. Setiap balik ke Palembang selalu bawa itu, karena kata keluarga di kampung cokelat dari sini enak,” ungkapnya.

Pria masih lajangnya ini, mengatakan sudah menjadi kewajiban baginya untuk pulang ke kampung setiap Idul Fitri. Karena menjalin silaturahmi lebih berharga dibandingkan harga tiket pesawat.

“Saya mau bertemu dengan orangtua, waktu itu tidak bisa dibeli. Kalau tiket masih bisa dibeli,” ucapnya. (ska)

Update