Mak Alim seorang pedagang bumbu masak saat melayani pembeli di Pasar Tos 300 Jodoh, Rabu (13/6).Menurut Mak alim permintaan bumbu menjelang Hari Raya Idul Fitri permintaan bumbu masak meningkat karena banyak warga yang membutuhkan untuk memasak makanan hidangan lebaran. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Rendang, gulai dan opor ayam adalah menu yang tidak asing saat Lebaran. Tak heran, ibu-ibu sudah mulai berburu bumbu khas masakan itu. Seperti yang terlihat di Pasar Jodoh, Lubukbaja, Rabu (13/6).

Ratusan ibu-ibu memadati pedagang bumbu. Bahkan mereka rela mengantri demi mendapatkan bumbu giling tersebut.

Nurmiati, seorang ibu rumah tangga mengatakan sengaja membeli bumbu giling karena praktis tanpa harus mengulek. Rencananya, bumbu tersebut dipakai untuk kebutuhan memasak saat Lebaran nanti.

“Saya mau masak opor dan rendang,” ujar Nurmiati, sembari mengantri.

Dia mengatakan, tak hanya praktis, memilih bumbu giling juga dinilai lebih murah dan hemat. Pasalnya saat ini, harga bumbu dapur seperti cabai, bawang merah, bawang putih dan lainnya cukup mahal.

“Kita beli dan buat sendiri mahal dan memakan waktu. Kalau yang sudah jadi begini harganya murah, Rp 10 ribu saja per kilogramnya,” katanya.

Senada disampaikan Upi Raherani yang memilih bumbu giling sebagai bumbu andalan untuk dipakai memasak berbagai santapan saat lebaran.

“Hemat waktu, hemat tenaga. Selain itu, kita juga bebas mau beli berapa,” katanya.

Endarwati, seorang penjual bumbu giling di Pasar jodoh mengatakan jelang Lebaran, masyaralat yang berburu bumbu meningkat. Jika hari biasanya ia hanya mampu menjual 7 kilogram bumbu, namun momen Lebaran, ia bisa menjual 15 hingga 20 kilo bumbu dapur dalam sehari.

“Bumbu masak laris manis karena ibu-ibu pada masak rendang, opor, gulai,” katanya.

Meski laris manis dibeli ibu-ibu, namun Endar mengaku harga bumbu giling tetap normal Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu. Pembeli juga bebas memilih membeli sesuai dengan keinginan mereka.

“Harga tak ditentukan. Kalau ada yang mau beli setengah kilo boleh, tergantung kemauan dan kebutuhan saja,” katanya. (une)

Respon Anda?

komentar