batampos.co.id – Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Natuna meradang dan mendadak mencabut dukungan politik pada Bupati dan Wakil Bupati Natuna, Hamid Rizal-Ngesti Yuni Suprapti. Namun, pencabutan dukungan ini tak berpengaruh pada posisi keduanya sebagai kepala daerah.

Iklan

Seperti diketahui, Partai Gerindra merupakan partai pengusung pasangan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Ngesti Yuni Suprapti pada pilkada 2015 lalu selain Partai Amanat Nasional (PAN). Dicabutnya dukungan politik tersebut dilontarkan Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Natuna Alfiandri.

Menurutnya, dukungan tersebut dicabut partainya karena kebijakan Hamid Rizal dinilai sudah tidak berpihak lagi kepada kemajuan dan kemaslahatan masyarakat Natuna.
”Ini dikarenakan sudah tidak lagi mengacu pada barometer sejahtera, dalam rangka meningkatkan nilai-nilai ekonomi masyarakat, serta kontribusi perputaran uang di daerah, dimana angka kemiskinan naik 0,05 persen per tahun,” ungkap Alfiandri, Senin (18/6).

Alfiandri menilai kepemimpinan dua tahun terakhir tidak mencerminkan adanya kebijakan pemerintah daerah yang mengayomi masyarakat. Malah dinilai memunculkan kebijakan yang arogan. Secara resmi, DPC Gerindra sudah dua kali menyampaikan masukan, saran, namun tak direspons.

“Masukan Gerindra secara politik sudah tidak ada respons sikap yang jelas, apalagi ditindaklanjuti. Kejadian ini menyebabkan DPC mencabut dukungan politik sebagai partai pengusung bupati,” ujar Alfiandri.

Dirinya memastikan, pencabutan dukungan sudah dibahas dalam internal Partai Gerindra. Secara administratif dukungan Gerindra pada pemerintahan 10 persen, karena Gerindra memiliki dua kursi di DPRD. Pencabutan dukungan politik akan disampaikan secara resmi kepada DPRD dalam waktu dekat.(arn)