
F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengonfirmasi terkait beredarnya informasi terkait Laporan Penetapan e-formasi Tenaga Honorer, Pegawai tidak tetap, Pegawai Tetap non-PNS dan Tenaga Kontrak pengangkatan CPNS tahun 2016-2019.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kota Batam bahkan mengaku telah mempertanyakan hal tersebut ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia.
“Mohon maaf, kami sudah cek ke Kemenpan RB, belum ada (keputusan kuota),” kata Sahir melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp, Kamis (21/6) malam.
Untuk diketahui, Pemko Batam kini kekurangan atau butuh sebanyak 2.148 PNS baru. Dengan rincian, tenaga guru SMP sebanyak 481 orang, tenaga guru SD 551 orang, tenaga kesehatan untuk RSUD 263 orang, tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Kota Batam 140 orang, dan 723 tenaga fungsional dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Jumlah tersebut cukup banyak, mengingat penerimaan baru ini bertujuan untuk mengisi kekosongan setelah 220 ribu PNS dari seluruh Indonesia memasuki masa pensiun. Pengajuan PNS oleh Pemko Batam mencapai 10 persen dari total kebutuhan nasional.
Menyikapi ini, Sahir masih berharap banyak akan keputusan Kemenpan RB. Sementara berdasarkan rapat BKPSDM Batam dan BKP SDM Kepri beberapa waktu lalu yang dapat terkafer jika merujuk pada jumlah yang pensiun adalah 70 orang.
“Ini hasil rapat bersama. Kami tetap berharap dari Menpan RB bisa lebih, kita tunggu saja,” imbuhnya, belum lama ini.
Sahir dalam kesempatan yang lain juga menegaskan penetapan kuota berdasarkan jumlah pensiun tak mewakili kebutuhan PNS Batam yang cukup besar, terlebih untuk tenaga kesehatan dan pendidikan.
“Kami ditawari sesuai angka pensiun, kami tidak mau. tahun 2017 lalu, di Batam kan hanya pensiun 70 orang. Bahasa saya, kami nawarlah, jangan 70 itu, kami butuh banyak” paparnya. (iza)
