batampos.co.id – Meskipun puncak arus balik telah berlalu, jumlah pemudik yang kembali menggunakan KM Kelud masih terlihat ramai. Seperti yang terlihat di Pelabuhan Batuampar, Sabtu (23/6).
Manager operasional Pelni Batam, Diki mengungkapkan arus balik masih akan terus terjadi hingga mendekati waktu masuk sekolah Juli mendatang. Ia memperkirakan puncak arus balik akan terjadi lagi 27-29 Juni mendatang.
Ia menyebutkan kemarin jumlah penumpang yang turun terbilang normal yakni mencapai 1.080 orang. Sedangkan yang berangkat lebih banyak yakni 2.650 orang.
“Yang tiba sedikit berkurang bila dibandingkan Jumat lalu yang mencapai tiga ribu orang,” sebutnya.
Pria yang beru bertugas Mei lalu ini mengungkapkan hingga saat ini untuk arus balik berjalan dengan baik. Cuaca menjadi salah satu faktor yang penting selama pelayaran berlangsung. “Alhamdulillah semua terkendali. Penumpang yang berangkat sampai dengan selamat di tujuan,” ujarnya.
Salah seorang penumpang, Ida Farida yang baru saja turun dari kapal menyebutkan ia memilih kembali Sabtu kemarin karena sudah cukup lama berada di kampung halamannya. “Sudah dua minggu di Medan. Ini mau daftarkan anak sekolah jadi makanya balik sekarang,” terang.
Perempuan yang bekerja sebagai guru SD ini mengaku harus mempersiapkan beberapa dokumen sebelum mendaftarkan anaknya ke salah satu SMPN di Batam. “Anak saya pindahan dari Medan, jadi banyak yang harus diurus juga,” ucap Ida yang tiba bersama anak keduanya Anis.
Sementara itu, Humas KPLP, Erik Mario mengatakan lonjakan penumpang arus balik sudah mulai turun dan berangsur normal, bila dibandingkan tanggal 20 Juni lalu.”Sudah turun, namun masih berlanjut karena anak sekolah belum mulai,” kata Erik.
Berdasarkan data yang diterima hingga siang kemarin baru KM Kelud yang sudah melaporkan jumlah penumpang yang datang dan berangkat. “Dari totalnya sudah mulai normal,” pungkasnya.
Naik Kapal Wajib Pakai Manifest

F Cecep Mulyana/Batam Pos
Berkaca pada kasus kecelakaan kapal di Danau Toba Sumatera Utara, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan terus mengembangkan sistem Boarding Management Pass (BMS). Dengan sistem ini, maka tata kelola penumpang di pelabuhan akan menjadi tertib.
“BMS mengutamakan manifest untuk mencegah terjadi over capacity di kapal. Karena over capacity menjadi salah satu penyebab kecelakaan di Danau Toba,” kata Kepala Bidang (Kabid) Komersil Pelabuhan BP Batam, Djohan Effendy, Sabtu (23/6).
Manifest merupakan data penumpang yang terangkum dalam sistem online pelabuhan. Manifest diperoleh ketika penumpang membeli tiket di kounter kapal ferry dari Batam menuju daerah lainnya. Di dalam tiket tersebut juga sudah tercantum boarding pass penumpang.
“Dengan manifest, jumlah penumpang akan diketahui sehingga tidak melebihi kapasitas kapal. Selain itu tidak akan ada lagi beli tiket lagi di atas kapal. Karena yang tak tercantum dalam manifest akan ditolak naik kapal,” ujarnya.
Keberadaan manifest merupakan instrumen penting dalam menjamin keselamatan pelayaran. Namun untuk saat ini baru berlaku untuk kapal dari Batam menuju daerah lainnya.
Untuk penerapannya, memang sudah dilakukan sejak Maret silam. Namun karena masih tahap awal, penyebutan nama di manifest masih ada yang hanya berupa nama panggilan.”Nanti kedepannya, manifest yang terdapat dalam tiket akan dicocokkan dengan kartu identitas. Sama seperti yang dilakukan di bandara,” paparnya.
Menjaga keselamatan pelayaran memang menjadi prioritas penting Kantor Pelabuhan BP Batam. Jumlah penumpang yang melebihi kapasitas dapat mengancam keselamatan penumpang lainnya.” Kan harus jaga sesuai jumlah kapasitas. Karena sekoci dan ketersediaan pelampung juga disesuaikan dengan kapasitas,” jelasnya.
Lalu ketika kecelakaan pun terjadi, korban maupun keluarganya dapat mengklaim asuransi dengan mudah karena adanya manifest di sistem database pelabuhan.”Karena manifest bisa diakses kapan saja,” paparnya.
Memang nanti penumpang akan melewati prosedur baru lagi karena adanya pemeriksaan identitas, namun keselamatan akan terjamin.
“Bagi kami juga akan semakin mudah dalam menghitung penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari operator ferry di pelabuhan,” jelasnya.(yui/leo)
