
batampos.co.id – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam sekolah rujukan minimal satu di setiap kecamatan. Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam masih mempertimbangkan masukan dengan alasan akan mempengaruhi daya tampung.
“Sekolah rujukan jangan hanya di Batuaji dan Sekupang, kami minta ada di setiap kecamatan mainland biar berkeadilan dan pemerataan,” kata Ketua Komisi IV Djoko Mulyono, kemarin.
Ia mencontohkan jika ada anak dari Nongsa yang ingin mendaftar dis ekolah rujukan akan kejauhan jika harus mendaftar di Sekupang mapun Batuaji.
“Kalau ada di setiap kecamatan, akan jadi alternatif bagi siswa,” imbuhnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Batam Hendri Arulan pada prinsipnya menampung masukan tersebut. Bahkan ia mengaku mempunyai rencana menambah sekolah rujukan seperti di SMPN 12 Batamd an SMPN 4 Batam. Namun demikian, pertimbangannya adalah sekolah rujukan di setiap kecamatan akan mengurangi daya tampung siswa yang diharapkan dapat menampung bina lingkungan.
“Walau sekolah rujukan tampung bina lingkungan, tapi kalau tampung semua tak bisa,” imbuhnya.
Sementara itu Wali Kota Batam Muhammad Rudi justru mengeluhkan anggaran jika setiap kecamatan ada sekolah rujukan. Namun ia tak menampik ia ingin ada perubahan ke arah yang lebih baik soal pendidikan Batam.
“Kalau sekolah rujukan ada di setiap kecamatan, hepeng darimana. Saya yakin kita semua mau pendidikan kita lebih baik, tapi apa daya uang tak cukup. Bertahaplah,” imbuhnya.
Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah rujukan, ia mengatakan tidak ada yang beda dengan tahun kemarin. Hannya berganti nama dari sekolah unggulan menjadi sekolah rujukan. Ia memastikan, kuota bina lingkungan dansiswa miskin akan tetap terakomodir.
“Misal kalau sekolah tempat lain dan jaraknya jauh kasiahan juga, nambah lagi duitkan,” ujarnya. (iza)
