Kapal Tol laut sedang sandar di pelabuhan Pelni Tarempa beberapa waktu lalu untuk melakukan bongkar muat barang. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris mengatakan pihaknya sudah banyak mendapatkan keluhan dari pengusah terkait ketersediaan pelabuhan di Anambas. Mengatasi hal ini, pihaknya berencana akan membangun pelabuhan sendiri di Desa Air Bini Kecamatan Siantan Selatan.

Meski desa tersebut cukup jauh, namun dilokasi ini olah gerak kapal lebih leluasa. Selain itu, ketersediaan lahan untuk pembangunan gudang disekitar pelabuhan masih mencukupi. “Lalulintas laut lebih aman jika dibandingkan tempat lain. DED akan diusahakan secepatnya,” ungkapnya lagi.

Pelabuhan tersebut nantinya bukan hanya untuk bongkar muat para pedagang saja tapi juga untuk kargo. “Kalau ada kargo, akan ada elemen penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas Andi Agrial, belum bisa menjelaskan banyak hal mengenai rencana pembangunan pelabuhan tersebut. Ketika ditanya mengenai lokasi pelabuhan yang justru jauh dari pusat kota, dirinya belum bisa menjawab.

“Saya belum tahu, saya baru satu minggu disana, kita akan pelajari dulu,” ungkapnya

singkat. Saat ini, aktivitas bongkar muat barang di Kabupaten Kepulauan Anambas masih memanfaatkan Pelabuhan Pelni. Sementara pelabuhan tersebut digunakan oleh banyak pelayaran seperti feri, kapal perintis dan juga kapal Pelni Bukit Raya. Karena tidak ada pelabuhan bongkar muat, tidak jarang proses bongkar muat menjadi lebih lama. Hal ini sangat berpengaruh terhadap harga barang yang cenderung mengalami kenaikan.(sya)

Advertisement
loading...