
F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri 6, Seipanas langsung diserbu oleh ratusan orang tua siswa. Mereka bahkan sudah antri sejak subuh. Panitia Bidang Pelayanan Informasi PPDB SMP Negeri 6, Arizal mengatakan bahwa pada tahun ini, SMP Negeri 6 menerima sebanyak 288 siswa baru.
Dimana, siswa itu akan dibagi menjadi 9 kelas yang masing-masing kelas akan berisikan 32 siswa. 288 siswa yang akan diterima itu akan dibagi menjadi 70 persen untuk jalur reguler. Sementara sisanya, 10 persen jalur lingkungan, 10 persen siswa tidak mampu, 5 persen siswa berprestasi serta 5 persen dari siswa luar kota.
“Jumlah penerimaan itu sudah kita ajukan ke Dinas Pendidikan. Dimana, perkelasnya berisikan 32 orang siswa dan kita akan berkomitmen dengan yang telah kita ajukan itu,” kata Arizal.
Persyaratan untuk peserta didik baru yang akan diterima di jalur reguler harus memiliki persyartan nilai rata-rata 80 dari mata pelajaran yang di ujiankan pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Jika telah memenuhi persyaratan, calon peserta didik baru akan mengikuti ujian seleksi selama dua hari pada Jumat (29/6) dan Sabtu (30/6).
“Untuk penerimaan hari ini dimulai dengan mengambil nomor antrian. Setelah itu mengambil formulir dan mengisi formulir serta melakukan registrasi bukti pendaftaran. Pendaftaran dilakukan tiga hari sampai tanggal 28 besok,” tuturnya.
Usai melakukan pendaftaran dan registrasi, calon peserta didik baru akan mendapatkan nomor ujian untuk mengikuti tes online lokal. Adapun tes itu berjumlah 100 soal yang terdiri dari soal Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA. Dalam tes online lokal itu, calon peserta didik baru diminta untuk membawa laptop sendiri dan kemudian dihubungkan ke server sekolah.
“Tesnya bukan tertulis pakai pena tau pensil. Karena kita sekolah rujukan, kita tesnya online lokal. Jadi servernya dari kita semua. Bukan seperti USBN yang semuanya dari pusat,” bebernya.
Sementara untuk siswa yang tidak mampu menyediakan laptop dalam ujian tersebut, Arizal mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk menyediakan laptop bagi calon siswa tersebut. Baik itu dengan berupaya meminjam dari sekolah lain maupun pinjaman dari laptop guru-guru di SMP Negeri 6.
“Tapi ini untuk anak-anak yang benar tidak mampu. Jadi kita akan upayakan sepenuhnya bagaimana dia bisa ikut ujian online ini seperti yang lain,” ucapnya.
Selain penerimaan langsung, SMP Negeri 6 juga menerima pendaftaran melalui online. Namun, sejauh ini pendaftar melalui online tidak sebanyak dari pendaftar yang langsung datang ke sekolah. Sejak dibuka sejak Senin (25/6) kemarin, pendaftar melalui sistem online belum sampai 10 orang siswa yang mendaftar. Sementara pendaftar langsung ke sekolah tercatat 200 orang perharinya.
“Kalaupun daftar online, mereka tetap memberikan bukti pendaftaran dan mereka registrasi disini dengan bawa prinan bukti daftar online. Setelah itu baru kita berikan bukti tanda pendaftaran untuk ikut tes online,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang orang tua siswa, Tumini mengatakan bahwa dirinya sudah mendatangi SMP Negeri 6 sejak pukl 05.30 WIB. Meski sudah datang sejak awal, dirnya dapat nomor antrian 96. Ia mendaftarkan anaknya langsung ke sekolah karena selama ini dirinya tidak tahu, jika sekolah tersebut juga menerima pendaftaran online.
“Saya dengar tidak bisa online karena ada gangguan. Jadi harus datang sendiri. Saya juga tidak ngerti mau daftarkan online karena rtidak ngerti,” ujarnya disela-sela pendaftaran. (gie)
