
F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Sungai Seilekop yang sudah ditutup oleh aktifitas proyek pematangan lahan perusahaan akan segera dikembalikan. Pihak kecamatan Sagulung bertekad sungai tersebut harus kembali normal dalam waktu dekat ini.
Camat Sagulung Reza Khadafi mengatakan, rencana pengembalian fungsi sungai itu nantinya akan melibatkan pihak perusahaan yang telah menutup ataupun mempersempit alur sungai tersebut.
“Pihak perusahaan atau siapa saja yang terlibat (mempersempit ataupun menutup sungai) harus bertanggung jawab. Teknisnya nanti dibicarakan dengan Dinas Bina Marga,” ujar Reza, Selasa. (27/6).
Untuk mencari tahu perusahaan mana saja yang merusak alur sungai itu, pihak kecamatan kembali berkoordinasi dengan Dinas Marga Kota Batam.
“Itu nanti PPNS Dinas Bina Marga yang turun cek. Yang pasti dari kami apapun alasannya fungsi sungai harus segera dikembalikan,” ujar Reza.
Pengembalian fungsi sungai itu diakui Reza memang sangat diperlukan. Itu karena sungai Seilekop itu menjadi kunci keamanan lingkungan sekitar dari persoalan banjir. Jika sungai tersebut tidak segera dibuka maka persoalan banjir di wilayah Seilekop tidak bisa diatasi.
“Sekarang dampaknya sudah cukup meresahkan. Jalan menuju kawasan galangan kapal jadi banjir. Lama kelamaan bisa sampai ke pemukiman warga. Itu yang tidak kami inginkan. Ini harus segera diatasi,” tutur Reza.
Senada disampaikam warga pengguna jalan di Seilekop. Pengembaliam fungsi sungai memang harus segera dilakukan sebab imbasnya sangat buruk saat ini. Setiap hujan akses jalan menuju kawasan Industri Galangan Kapal terputus. Itu karena ruas jalan menuju industri galangan kapal selalu digenangi banjir dengan ketinggian mencapai sepinggang orang dewasa.
“Dulu sebelum ada proyek pematangan lahan di depan galangan Seipelenggut itu, jalan ini tak pernah banjir. Sekarang malah jadi langganan banjir. Hujan dikit langsung tinggi airnya,” ujar Ardian, pekerja galangan kapal di Seilekop. (eja)
