batampos.co.id – Saban hari kemacetan terjadi di Simpang Kabil, Batamcenter. Kemacetan terjadi terutama saat jam sibu. Pagi hari, dari arah Mukakuning ke Batamcenter. Sementara keadaan serupa terjadi dari arah sebaliknya dari Batamcenter ke Mukakuning di waktu sore hari.
Pantauan Batam Pos, keadaan ini diperparah karena lengan jalan dari dua arah yang berlawanan tersebut tertutupi kendaraan. Misalnya dari arah Mukakuning – Batamcenter, kendaraan dari Mukakuning yang hendak Nagoya harus terhalang kendaraan yang hendak ke Batamcenter dan menumpuk di depan Kepri Mall. Sementara sekitar lokasi tak memiliki akses jalan umum alternatif.
Dari arah berlawanan, kendaraan dari Batamcenter yang hendak ke Nongsa juga harus menumpuk di depan Plamo Garden. Namun titik ini tak separah dari arah Mukakuning-Batamcenter, karena terdapat banyak jalan alternatif ke Nongsa.
“Mau cepat-cepat istirahat, tapi mau bagaimana sering macet,” keluh pengendara Sucipto. Ia kerap melewati jalan tersebut jika hendak pulang bekerja sore hari dari bilangan Seipanas ke tempat tinggalnya di Batuaji.
“Lewat Simpang Jam sama saja macetnya kalau sudah sampai Simpang Kepri Mall (Simpang Kabil),” ucap dia.
Ungkapan Sucipto beralasan, karena kendaraan dari arah Nagoya yang melewati Simpang Jam akan menumpuk di Simpang Kabil pasca pembangunan Jalan Layang (flyover) Laluan Madani di Simpang Jam.
Warga lain, Hartanti juga mengeluhkan macetnya simpang tersebut pada pagi hari. Hal ini ia alami ketika hendak ke bandara belum lama ini, berangkat dari tempat tinggalnya dari Seibeduk ia terjebak kemacetan. Ia hampir ketinggalan pesawat. “Untung masih bisa chek in. Kalau ke bandara, memang macetnya di sana, setelah itu tak ada lagi,” ungkapnya.
Sementara itu Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan khusus dari arah Mukakuning ke Batamcenter akan diperlebar lengan jalannya pada 2019 mendatang. Tak hanya itu, pihaknya juga akan memperlebar jalan dengan cara menambah lajur dari yang kini hanya dua lajur menjadi lima lajur.
“Mudah-mudahan cukup anggaran, kami akan kerjakan (pelebaran jalan dan lengan jalan) 2019 nanti. Satu penggal ini dulu (Mukakuning – Batamcenter), soalnya macet,” imbuhnya.
Menurutya, parkiran Kepri Mall akan terdampak pembangunan lengan jalan dari Mukakuning ke Nagoya kelak. Ia memastikan, penarikan lahan ini karean sebagian merupakan tanah milik negaradan harus dipakai untuk kepentingan umum.
“Itu tanah negara, kami akan ambil balik. Secara teknis pak Yumasnur (Kepala Bina Marga dan Sumber Daya Air) yang tahu. Saya tak ganggu tanah orang, tapi tanah negara kami minta harus dikembalikan,” ucapnya.
Mengurai kemacetan di simpang ini rencananya akan dibangun jalan layang. Awal Maret lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan Jalan Layang Simpang Kabil direncanakan 2019 mendatang.
Sebelum pembangunan jalan layang di lokasi tersebut dilakukan, Rudi mengatakan akan terlbih dahulu akan ditata sistem drainasenya, akan dibangun pelintas saluran air. Hal ini dilakukan karena simpang tersebut juga kerap banjir usai hujan, dengan penataan drainase tersebut ia berharap tak lagi terjadi banjir di simpang yang ramai ini.
“Saya sudah ketemu dengan pihak Kementrian PU PR, mudah-mudahan tahun ini atau 2019 nanti dikerjakan. Nanti kira-kira panjang drainasenya (pelintasan air) hingga 10 meter yang langsung ke Dam Duriangkang. Selesai itu barulah flyovernya dibangun,” pungkas Rudi. (iza)
