Kamis, 23 April 2026

Orangtua Gagap Daftar Online

Berita Terkait

Orangtua siswa tengah mengurus dokumen pra pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kantor Dinas Pendididikan Kota Batam, Senin (25/6). Pra pendaftaran merupakan syarat bagi siswa dari luar Batam yang ingin pindah sekolah di Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 3 Batam ratusan orangtua memilih mendaftar langsung ke sekolah atau offline. Padahal Dinas Pendidikan Batam telah memberikan kemudahan dengan pendaftaran online melalui aplikasi PPDB Batam.

Minimnya sosialisasi yang diberikan dinas terkait membuat orangtua memilih mendaftarkan anak mereka dengan cara langsung mendatangi sekolah.

Meskipun jaman canggih seperti saat ini, keberadaan aplikasi sudah bukan hal baru, namun banyak dari orangtua yang tidak mengerti cara mengakses hingga mekanisme pendaftaran online.

Seperti Asmidar, 35, yang tengah mengantri nomor pendaftaran. Ia menuturkan sudah datang ke sekolah sejak pukul 06.00 WIB, bersama suaminya ia datang lebih awal untuk mendapatkan nomor antre agar bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat.

Saat ditanyai kenapa memilih offline, Asmidar mengaku kesulitan daftar online karena tidak megetahui detail pendaftaran online. “Tadi banyak juga orangtua yang tanya-tanya online. Kalau langsung datang ke sekolah kan lebih asli walau antre panjang,” kata dia, Senin (26/6).

Setelah mengantri selama kurang lebih satu setengah jam, akhirnya perempuan asal Padang Sidempuan ini akhirnya mendapatkan nomor antrian. “Alhamdulillah sudah dapat, sekarang tinggal ambil formulir saja,” jelasnya.

Kepala SMPN 3 Batam, Wiwiek Darwiyati mengatakan PPDB hari pertama dibukan untuk 200 nomor antrian. Orangtua yang sudah mendapatkan antrian 1-200 akan dilayani hingga pukul 12.00 WIB. Untuk nomor antrian 200-400 akan dilanjutkan Rabu (27/6) dan begitu seterusnya.

“Pembukaan tiga hari jadi mereka bisa antar berkas atau formulir yang sudah diambil sesuai jadwal yang telah disebutkan agar tidak nunggu lama di sekolah,” jelasnya.

Berbeda dengan mereka yang daftar online. Orangtua tidak usah mengantri karena mereka punya loket tersendiri. Itulah beda online dengan manual proses mereka lebih cepat. “Datang dan meyerahkan berkas. Sudah itu saja,” ucapnya.

Ada lima bagian yang disiapkan PPDB tahun ini yakni ruangan pertama untuk jalur umum, kedua jalur prestasi, ketiga jalur online, keempat jalur miskin, kelima bina lingkungan dan luar daerah.

“Jadi setelah isi formulir langsung kembalikan formulir ke masing-masing jalur yang dipilih. Kan ada 200 nomor yang kami terima hari ini (kemarin,red),” sebutnya.

Wiwiek menyebutkan untuk siswa lokal minimal memiliki nilai rata-rata hasil ujian nasional 80.00 dan luar Batam 85.00. Mereka yang tidak memenuhi standar nilai dan mendafrar di jalur umum langsung ditolak.

“Berbeda kalau mereka daftar di jalur prestasi dan lainnya. Karena tak harus 80.00 nilai mereka agar bisa diterima. Yang penting prestasi mereka ada. Namun jika mendaftar jalur umum berkas akan langsung dikembalikan. Mereka bisa melanjutkan pendaftaran di zonasinya,” bebernya.

Mereka yang sudah daftar online bisa datang ke sekolah dengan mempersiapkan berkas berupa nilai hasil USBN, dan menyerahkan formulir pendaftaran yang telah diisi sebelumnya. “Sebenarnya sama caranya. Hanya saja kalau online tak perlu antre ramai. Dan ada loket tersendiri. Jadi prosesnya lebih cepat dari pada mereka yang offline,” ujarnya.

Wiwiek menambahkan setelah pendaftaran, selanjutnya siswa akan mengikuti tes tertulis 29-30 Juni. Untuk penilaian 50 persen berasal dari hasil tes dan 50 persen daru hasil ujian nasional. Siswa yang berhasil diterima akan diumumkan 02 Juli 2018, setelah itu daftar ulang 3-4 Juli.

“Kami juga menyediakan posko bagi orangtua yang ingin nengetahui informasi soal PPDB. Ada juga spanduk di depan sekolah. Jadi orangtua bisa mendapatkan informasi yang penting dan bisa menyiapkan syarat-syarat hingga proses daftar ulang nanti,” beber perempuan berkacamata ini.

Tahun ini pihaknya menerima sedikitnya 320 orang siswa yang akan ditempatkan di 10 ruang kelas. Jumlah ini lebih sedikit dari tahun lalu yang mencapai 11 kelas. “Karena kami juga harus mempertimbangkan daya tampung serta ketersedian tenaga pengajar. Satu kelas hanya 32 orang,” tambahnya.

Sementara itu, pandangan berbeda terjadi di salah satu SD rujukan yakni SDN 006 Sekupang. Pendaftaran berbanding terbalik dengan SMPN 3 yang diserbu orangtua.

Hingga pukul 11.00 WIB jumlah pendaftar hanya berkisar 80 orang. Petugas PPDB terlihat mengecek satu per satu berkas yang diserahkan orangtua.

Emi, orangtua siswa mengaku tidak mendaftar secara online dan memilih mendaftar langsung ke sekolah. Dari beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, dia mengatakan belum melengkapi surat keterangan imunisasi. “Tinggal yang itu (Imunisasi, red) saja kalau yang lain sudah. Berkas tetap diterima hanya saja diminta dilengkapi,” ujarnya.

Kepala SDN 006 Sekupang, Wan Kasmawati menuturkan penerimaan mengacu pada petunjuk teknis yang diberikan Disdik Batam. Untuk SD memprioritaskan mereka yang berusia 6 tahun 6 bulan tepat Juli mendatang. “Yang mendekati itulah yang diutamakan,” sebutnya.(yui)

Update