Kios liar yang dibangun di lahan hijau dekat pasar seken Aviari, Batuaji. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim terpadu Kota Batam tak bisa menertibkan sekaligus kios liar di Batam. Alasannya, akan disesuaikan dengan jadwal yang ada. Sementara sisi lain, pasar kaget dan kios liar baru kerap muncul di sejumlah kecamatan padahal kecamatan juga sudah diperbantukan sejumlah personil Satpol PP Batam.

Di Batuaji, sekitar pasar Aviari kios liar baru. Kecamatan Batuaji yang juga mendapat bantuan Satpol PP Batam seolah tak berdaya menangani hal tersebut.

“Kami menunggu jadwalnya saja,” kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Batam, Imam Tohari.

Ia menampik pihaknya tak berhenti bekerja, selain melakukan penanganan di jalan-jalan yang diperlebar seiring program pengembangan infrastruktur, pihaknya juga akan melakukan penertiban sesuai dengan jadwal internal.

“Dalam waku dekat di jembatan Barelang sama depan Laguna, Sagulung. Pengawasan juga tetap jalan,” imbuhnya

Sementara di kecamatan Seibeduk, warga bahkan membangun kios di atas parit. Tak hanya itu, pasar kaget juga bahkan hadir dan menempati jalan yang kini sedang tahap pembangunan oleh Pemko Batam, tepatnya di antara Perumahan Nasional Seibeduk dan Perumahan Griya Piayu Asri.

Soal ini, Sekretaris Camat Seibeduk Gufron mengatakan, pihaknya beberapa kali telah menegur lokasi penjualan yang juga ditolak warga tersebut, namun hingga kini belum digubris sama pedagang.

“Kami terus lakukan pendekatanlah,” ucap Gufron.

Namun demikian, belajar dari pengalaman pasar kaget serupa kini ada yang sudah permanen yakni di antara Perumahan Puriagung 2 dan Perumahan Puriagung 3. Bahkan, di lokasi ini ada lapak yang menggunakan kamera pengintai dan dijadikan lahan parkir kendaraan, baik mobil maupun motor.

Tak hanya itu, 100 unit lebih kios liar di depan Perumahan Nasional Seibeduk dan Rumah Susun Seibeduk masih berdiri tegak. Sekretaris Satpol PP Batam Friedkalter belum lama ini mengatakan, lokasi tersebut masuk target tim terpadu untuk ditertibkan guna lanjutan pembangunan lajur dua jalan S Parman.

“Setelah lebaran sudah harus kosong, sekarang sudah dapat minimal SP 2 di sana. Makan sebelum kami tertibkan, kami minta mereka kosongkan sendiri,” kata mantan Camat Batuaji ini. (iza)