
foto: batam pos / Eusebius
batampos.co.id – Arus lalulintas menuju pelabuhan Sagulung macet total saat hujan deras, pagi sampai siang kemarin (Rabu, 27/6). Itu karena ruas jalan samping gerbang kawasan Industri PT Latrade terendam banjir dengan kedalaman mencapai selutut orang dewasa.
Pantauan Batam Pos di lapangan, hanya kendaraan besar sejenis truk saja yang bisa melintasi genangan banjir tersebut sementara, sepeda motor dan mobil pribadi seperti sedan hingga angkot sama sekali tak bisa lewat. Sejumlah angkot dan mobil pribadi yang nekad terobos akhirnya terjebak mogok di lokasi banjir. Warga sekitar harus turun tangan mendorong kendaraan yang mogok tersebut.
Banjir yang menggenangi jalan dengan panjang mencapai 100 meter itu berlangsung hingga pukul 12.00.WIB sehingga kemacetan panjang di kedua sisi jalan yang terendam banjir itu tak terelakan. Dari arah pelabuhan Sagulung ada ratusan kendaraan yang antre dan parkir menunggu banjir surut. Imbasnya aktifitas warga pulau yang hendak ke Batam jadi terhambat. Sementara dari arah Batuaji antrean kendaraan tidak terlalu banyak sebab sebagian pengendara memilih balik kanan.
Situasi jalan yang tak bersahabat itu jadi keluhan serius warga pengguna jalan di sana. Warga yang hendak bekerja misalkan harus batal masuk kerja karena hadangan banjir tersebut. “Sudah sering begini pak. Nggak jadi kerja karena sudah terlambat. Setiap kali hujan pasti banjir di sini,” keluh Alfandi, seorang warga di lokasi banjir.
Darius warga lainnya menuturkan, banjir yang terjadi di ruas jalan menuju pelabuhan Sagulung itu karena buruknya sistem drainase jalan. Drainase yang sudah ada jarang dinormalisasi. Ini diperparah lagi dengan adanya proyek pematangan lahan persis di belakang kawasan perumaham Tunas Regency yang menutup saluran drainase.
“Tengoklah itu, yang ditutup pakai (pagar) seng itu sebenarnya drainase tapi malah ditutup. Dulu tak terlalu parah banjir di sini, tapi semenjak ad proyek itu jadi tambah dalam dan panjang jalan yang terendam banjir,” sebut Darius.
Pantauan Batam Pos, lokasi jalan yang drainasenya ditutupi oleh proyek pematangan lahan itu persis di lokasi proyek yang bermasalah beberapa waktu lalu. Dimana saat menertibkan warung dan kios liar, Marianus, pemilik warung terbakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Padahal di samping lokasi proyek pematangan lahan itu ada gorong-gorong besar untuk penyebrangan air ke arah kelurahan Tanjunguncang. Namun gorong-gorong itu tak bisa dialiri air dari lokasi banjir sebab letaknya jadi lebih tinggi akibat proyek pematangan lahan tadi.
Warga berharap agar instansi pemerintah terkait segera mengambil tindakan sehingga persoalan banjir tersebut segera diatasi.
Camat Sagulung Reza Khadafi saat dikonfirmasi membenarkan adanya persoalan lanjir tersebut. Dia bahkan sudah utus anggotanya untuk melihat langsung lokasi banjir tersebut.
“Persoalnnya pada lokasi yang ditutup itu untuk proyek pematangan lahan itu. Drainase jadi tertutup. Pihak perusahaan sudah kami peringati tapi karena masih ditutup maka kami akan minta Dinas Lingkunga Hidup untul segera ambil tindakan,” ujar Reza. (eja)
