Iklan

batampos.co.id – Kubu Syahrul-Rahma (SABAR) makin yakin meraih kemenangan dalam pemilihan Wali Kota Tanjungpinang 2018. Selain versi hitung cepat, hasil pleno di beberapa kelurahan cocok dan sama persis dengan hasil penghitungan internal yang mereka lakukan.

Pasangan Syahrul-Rahma boleh saja mengklaim telah menang versi hitung cepat hasil Pilkada Tanjungpinang 2018. Namun KPU Tanjungpinang baru akan mengumumkan hasil resminya pada 4 Ju mendatang.

Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution mengatakan, proses penghitungan suara memang memakan waktu yang cukup lama. “Bukan berarti mereka kerja lambat. Memang ditekankan untuk berhati-hati dan teliti,” tutur Aswin, Kamis (28/6).

Kendati hasil C1 telah dapat diketahui, Aswin meminta kalangan masyarakat bersabar menanti informasi resmi tersebut. Termasuk jika ada pasangan calon yang tidak terima dan berencana melakukan gugatan, harus menunggu pleno KPU.

Sebab, gugatan bisa dilakukan jika terjadi selisih suara minimal 2 persen. Selain selisih suara, gugatan pilkada bisa dilakukan jika ditemukan bukti-bukti kecurangan dan pelanggaran oleh peserta dan pendukung calon kepala daerah.

“Namun hingga saat ini kami belum menerima informasi,” tutur Aswin.

Untuk itu memastikan suara mereka tak hilang saat proses rekap dan penghitungan mulai kelurahan hingga ke KPU.

“Kami menyiapkan personel khusus yang akan mengawal proses penghitungan suara,” kata Ketua Tim Pemenangan SABAR, Ade Angga, Kamis (28/6).

Angga menjelaskan, pihaknya menempatkan 15 relawan di setiap kecamatan. Sehingga nantinya akan ada 60 relawan SABAR di empat kecamatan se-Kota Tanjungpinang yang akan mengawal jalannya penghitungan perolehan suara Pilkada Tanjungpinang 2018 hingga diplenokan KPU nanti.

Petugas membuka kotak suara saat Rapat Pleno Rekapitulasi Hitung Suara Tingkat Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kamis (28/6). F.Yusnadi/Batam Pos

Hingga kemarin, Ade mengaku kubunya masih tetap unggul dibandingkan kubu Lis Darmansyah-Maya Suryanti (LIMA). “Ada beberapa kelurahan yang sudah diplenokan. Dan hasilnya sesuai dengan data CI yang kami kantongi,” ujar Angga.

Pria yang duduk sebagai Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang itu tetap mengharapkan seluruh relawan dan simpatisan SABAR untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa mencoreng pesta demokrasi di Tanjungpinang. Angga juga memberikan apresiasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

“Kita melihat semua pihak sudah bekerja keras untuk mensukseskan Pilkada Tanjungpinang ini. Artinya, kita semua punya tanggungjawab yang sama untuk menjaga kondusivitas daerah,” tutup Angga.

Sementara kubu Lis Darmansyah-Maya Suryanti (LIMA) hingga kemarin belum mau memberikan statemen terkait perkembangan hasil perolehan suara Pilkada Tanjungpinang 2018. Bahkan Posko Pemenangan Tim LIMA di kilometer 7 Tajungpinang terlihat tutup, Kamis (28/6).

Terpisah, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengapresiasi pelaksanaan Pilkada Tanjungpinang yang berjalan aman dan lancar. Menurut dia, keberhasilan tersebut tak lepas dari peran semua pihak, baik penyelenggara pemilu, aparat, maupun masyarakat.

“Untuk yang menang jangan berbangga diri. Bagi yang kalah, ini bukan akhir segalanya,” ujar Gubernur saat ditemui di Kantor DPRD Kepri di Tanjungpinang, kemarin.

Siapapun yang menang nanti, Gubernur berpesan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kata dia, kemenangan adalah sebuah proses, tetapi yang dilihat adalah hasil atau kontribusi yang diberikan untuk mengisi pembangunan daerah, khususnya bagi ibukota Provinsi Kepri ini.

“Untuk calon yang kalah bisa menjadi pengkritik yang cerdas. Yakni dengan memberikan sumbangan saran pikiran untuk mengisi pembangunan daerah,” jelas Gubernur.

Injury Time Yang Menentukan

Kemenangan Syahrul-Rahma dalam Pilkada Kota Tanjungpinang tidak lepas dari keberhasilan pasangan ini menggaet pemilih yang pada masa detik-detik akhir (injury time) menjelang pelaksanaan pilkada pada Rabu (27/6) lalu.

Seperti diketahui, dalam survei yang dilakukan oleh Stisipol Raja Ali Haji Tanjungpinang pada awal Juni lalu, tingkat elektabilitas Syahrul-Rahma hanya sekitar 35,75 persen. Sementara pasangan Lis-Maya sebesar 50,25 persen. Sisanya, sebanyak 14 persen belum menentukan pilihan.

“Jangan lupa, dari sekitar 86 persen responden yang telah menentukan pilihannya, ada 16 persen di antaranya menyatakan masih akan mengubah pilihan. Ini yang saya kira menjadi keuntungan Syahrul-Rahma,” kata Pengamat Politik dari Stisipol Raja Ali Haji Tanjungpinang, Zamzani A Karim, Kamis (28/6).

Trend elektabilitas Syahrul-Rahma juga terus meningkat signifikan sejak survei akhir 2017 lalu. Dari sekitar 27 persen menjadi 35 persen per Juni 2018 ini.

Jika nanti Syahrul-Rahma ditetapkan sebagai pemenang dan dilantik menjadi wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang, Syahrul dinilai tidakakan canggung lagi. Sebab ia telah memiliki pengalaman semasa menjadi wakil wali Kota Tanjungpinang pada periode sebelumnya.

“Pak Syahrul yang pernah menjadi wakilnya (Lis Darmansyah) pada periode lalu. Jadi sudah punya pengalaman untuk menjalankan pemerintahan melanjutkan pemerintahan yang lalu,” kata Zamzani.

Sebelumnya, lanjut Zamzani, banyak yang tidak menyangka Syahrul-Rahma bisa menjungkalkan lawan politiknya di Pilkada Tanjungpinang 2018. Sebab Syahrul memang sempat ditinggalkan kawan politiknya selama proses pencalonannya sebagai wali kota. Namun demikian, tidak sedikit orang-orang yang bersimpati mendukung perjuangan Syahrul. (jpg/aya/JPG)