batampos.co.id – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online untuk tingkat SMA yang dimulai Kamis (28/6), gagal total. Gangguan teknis pada server PPDB online milik Dinas Pendidikan Provinsi Kepri menyebabkan website tidak bisa diakses. Proses penerimaan PPDB online pun tidak bisa dilakukan.
”Memang banyak peserta dan orang tua yang akan melamar datang ke sekolah. Ada juga yang datang ke Posko PPDB di Jalan Raja Oesman. Hal ini disebabkan karena website atau situs yang disiapkan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri untuk mendaftar tidak bisa diakses,” ujar Koordinator PPDB 2018-2019 SMA Negeri se-Kabupaten Karimun, Alta Fetra, kemarin (28/6).
Sampai dengan pukul 14.00 WIB atau jam tutup Posko PPDB 2018/2019 belum ada satu pun calon pelajar tingkat SMA Negeri yang bisa mendaftarkan diri. Meski demikian, pihaknya menjamin pelajar atau wali murid tetap bisa mendaftarkan diri ke SMA negeri. Gangguan pada server PPDB diyakini bisa diatasi dalam waktu dekat.
Sistem penerimaan online menurut Alta lebih memudahkan calon siswa. ”Dengan sistem online ini pendaftar tidak perlu datang ke sekolah. Kita sudah diberikan username dan password setiap SMP yang ada di Kabupaten Karimun,” akunya.
Untuk bisa mendaftar atau masuk ke situs PPDB SMA, calon pelamar harus lebih dulu mendapatkan username dan password dari sekolah asal. Setelah berhasil masuk ke dalam situs, di dalamnya sudah langsung ada nilai ujian nasional (UN). ”Karena semua data tentang pelajar sudah masuk dalam data nasional,” ujarnya.
Menyinggung penerimaan pelajar dari luar kabupaten atau provinsi untuk SMA di Karimun, Alta menyebutkan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 tahun 2018 tentang PPDB 2018, hal tersebut diperbolehkan.
”Ada kuota 5 persen yang disediakan untuk setiap SMA Negeri agar bisa menerima pelajar dari luar kabupaten atau provinsi,” ujarnya. Khusus untuk calon pelamar dari luar provinsi atau kabupaten, username dan password untuk PPDB didapatkan di Posko PPDB Kabupaten Karimun. ”Hari pertama ini sudah ada 30 wali murid dari Riau dan Sumbar yang akan mendaftarkan anaknya di SMA negeri di Karimun,” jelasnya. (san)
