Sabtu, 2 Mei 2026

Website PPDB SMA/SMK Kembali Normal

Berita Terkait

Guru Sekolah Menengah Atasa (SMA) Negeri 3 Batam memberikan penjelasan mencari informasi tentang pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online kepada siswa dan orangtuanya , Kamis (28/6). Orangtua siswa terpaksa datang kesekolah untuk mencari informasi karena kesulitan akses saat mendaftarkan anaknya secara online. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir mengklaim tidak ada lagi permasalahan di laman online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Laman tersebut, kini dapat menampung 10 ribu pengunjung dalam waktu bersamaan.

“Kalau ada masalah lagi, saya berencana akan menambah waktu pendaftaran. Paling penting bagi kami itu, semua anak-anak dapat bersekolah. Itu saja,” ujar Arifin ketika ditemui Sabtu (30/6) kemarin.

Ia mengungkapkan, ke depan, Disdik Kepri akan terus melakukan pembaharuan terhadap laman pendaftaran siswa SMA dan SMK secara online tersebut sehingga para para siswa dapat mendaftar hingga Minggu (1/7) hari ini.

“Mau libur atau gimana, tetap bisa mendaftar. Siang, pagi ataupun malam. Namun ingat, SMA itu tanggal 6 Juli dan SMK 3 Juli. Jangan mendaftar melewati tanggal itu,” ungkapnya.

Saat ini, kata Arifin sudah ribuan siswa yang mendaftar di beberapa sekolah yang ada di Kepri. “Sudah banyak,” ucapnya.

Agar dapat memahami langsung permasalahan yang dihadapi orangtua dan siswa. Arifin mengungkapkan, tim PPDB terjun langsung ke berbagai sekolah untuk mendapatkan poin-poin permasalahan apa saja yang dialami.

“Kami telah turun dan mengumpulkan itu semua. Mencarikan solusi atas permasalahan yang menghambat pendaftaran,” ujarnya.

Selain turun langsung, Arifin juga meminta kepala sekolah SMA dan SMK agar terus memberikan informasi terbaru terkait kegiatan PPDB. “Segala masalah terkait PPDB segera sampaikan. Agar dapat dicarikan solusinya secara cepat,” tuturnya.

Arifin mengungkapkan, pelaksanaan PPDB online tahun ini mereka cukup kelabakan karena hanya punya waktu 1,5 bulan untuk persiapan. “Tapi dari sana kami belajar dan memperbaikinya. Tahun depan, sistem PPDB online ini akan menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Ia mengatakan tahun depan akan ada penambahan daerah yang melaksanakan PPDB online. “Tahun ini hanya Batam, Karimun, Bintan dan Tanjungpinang. Namun tahun depan seluruh daerah di Kepri akan menggunakan sistem online,” ujarnya.

PPDB online ini, diharapkan Arifin dapat memperbaiki kualitas pendidikan di Kepri. Sehingga sistem manual yang rentantindakan “titip menitip” siswa akan tergerus, begitu sistem online sepenuhnya berjalan.

Dari pantauan Batam Pos, di hari ketiga PPDB online sudah tidak ada lagi orangtua atau siswa yang mendatangi sekolah. Suasana sekolah di daerah Batamkota dan Nongsa tampak lengang.

Selain website yang bermasalah, Disdik juga membahas penambahan ruangan belajar (rombel). “kalau kapasitas masih ada sekolah berkemungkinan menambah siswa,” jelas Arifin.

Mekanisme penambahan rombel ini, ke depan akan dibahas bersama kepala sekolah sebelum pendaftaran dibuka. Ia mencontohkan SMAN 1 Batam, saat ini menerima tujuh kelas dengan total siswa 252 orang. Namun jika ada ruang kelas yang masih tersedia mungkin saja dilakukan penambahan, mengingat banyaknya siswa yang mendaftar. (ska/yui)

Update