
batampos.co.id – Kabel jaringan distribusi listrik ke tempat tinggal dan tempat usaha warga semakin terlihat semrawut. Kondisi ini diperparah dengan tumpukan kabel telepon dan televisi jaringan warga yang mengurangi estetika kota sehingga tidak nyaman dilihat dan cukup membahayakan.
Seperti yang terlihat di Komplek Perumahan GPA, Piayu Seibeduk, Minggu (1/7). Satu tiang listrik bisa menyangga puluhan kabel. Bahkan terlihat ada dua tiang listrik dalam satu titik. Ada kabel yang terlihat kendur hingga terpaksa diikat dengan kabel lain yang letaknya lebih tinggi.
Sebagian banyak kabel yang berukuran kecil sudah terlihat turun hingga ke atap kios warga. Sebagian lagi letaknya tidak beraturan, membentang dari sisi jalan yang satu ke jalan lagi.
Eka Sari, warga yang ditemui Batam Pos mengatakan kabel semrawut memang kerap terlihat di beberapa wilayah di Batam. Kondisi tersebut tidak hanya tidak nyaman dilihat tapi juga membahayakan bagi warga sekitar.
“Kabel-kabelnya memang rendah, takutnya truk yang lewat di sini tersangkut kabel,” ucap Eka.
Kondisi serupa juga terlihat di kawasan Perumahan Cendana Batamcenter. Kabel berukuran besar juga terlihat sudah kendur dengan ketinggian kurang dari tiga meter.
“Bahaya, harus ditata dan dirapikan ini,” kata Kurniawan warga setempat.
Kepala Dinas Cipta Karya Kota Batam Suhar mengatakan kabel semrawut bakal ditertibkan. Ke depan, sistem jaringan kabel akan ditanam. Rencana ini masuk dalam rencana penataan struktur tata ruang.
“Kita memang arahkan jaringan kabel disatukan dalam tanah. Artinya tertanam,” katanya.
Tidak hanya warga yang mengeluhkan kabel semrawut karena kerap membahayakan. Bahkan, menurut Suhar pemerintah sendiri tidak nyaman dengan keadaan tersebut.
“Akan kita atur. Ini (kabel semrawut) tidak bagus juga,” ucapnya. (une)
