Orangtua dan calon siswa mendatangi SMAN 23 di Sagulung untuk mendaftarkan anaknya, Senin (2/7). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan siswa tamatan SMP bakalan tidak diakomodir dalam PPDB tingkatSMAN di kota Batam tahun ini. Pasalnya jumlah pendaftar PPDB tingkat SMA, di sejumlah SMAN di Batam umumnya sudah melebihi kapasitas daya tampung dari masing-masing sekolah.

Serbuan calon siswa baru ini tidak saja terjadi di SMAN yang sudah lama berdiri ataupun populer, tapi juga di SMAN yang baru buka tahun ajaran pertama. SMAN 23 Batam di Batuaji misalkan meskipun belum punya gedung sendiri dan baru buka tahun ini juga langsung diserbu ratusan pendaftar.

Ketuas panitia PPDB SMAN 23 Batam Bahtiar mengatakan, sampai hari keempat PPDB, Senin (2/7) kemarin, sudah ada 200 san calon siswa yang mendaftar. Jumlah tersebut jauh melebihi kapasitas daya tampung yang ada hanya 108 siswa saja. “Tahun pertama jadi baru buka tiga kelas yakni satu untuk jurusan IPA dan dua IPS. Belum bisa terima banyak karena nanti mereka belajar numpang di SMAN 5,” ujar Bahtiar, kemarin.

Membludaknya calon siswa yang mendaftar ke SMAN 23 karena memang di wilayah kecamatan Batuaji sama sekali belum ada SMAN. “Inikan sistem zonasi jadi otomatis calon siswa yang tinggal di Batuaji akan masuk ke SMAN 23 secara sistem. Sementara SMAN baru satu ini jadi memang agak repot,” kata Bahtiar.

Situasi tersebut menjadi persoalan serius sebab hampir seluruh siswa tamatan SMP di Batuaji berlomba-lomba daftar ke SMAN 23. Sejak PPDB dibuka ratusan calon siswa langsung membludak untuk daftar ke SMAN tersebut. Bahkan kemarin, ratusan calon siswa bersama orangtuanya kembali berbondong-bondong ke SMAN 5 tempat PPDB SMAN 23 untuk daftar.”Saya baru tahu kemarin kalau ada SMAN 23, makanya mau daftar anak saya ke sini. Pengennya di SMAN 5 tapi saat buka daftar di website langsung tolak katanya tak masuk zonasi SMAN 5. Saya diarahkan untuk daftat ke SMAN 23, karena kelurahan Buliang (Batuaji) masuk zonasi SMAN 23 ini,” ujar Harun, warga Genta I, Batuaji.

Menanggapi itu Bahtiar yang juga merupakan kepala SMAN 5 Batam mengaku memang tidak bisa dipaksakan lagi untuk masuk ke SMAN lain di luar zonasi yang sudah ditentukan. “Ini sudah sistem bapak ibu. Kalau memang diluar zonasi maka sistem akan tolak (PPDB online). Memang beda dengan tahun -tahun sebelumnya. Jadi silahkan daftar di sekokah yang masuk zonasinya. Kalau nilai anak kita tinggi pasti akan diterima,” ujar Bahtiar.

SMAN 23 sendiri merupakan sekolah yang baru dibuka tahun ajaran pertamanya tahun ini. Sekolah ini belum memiliki gedung dan untuk sementara waktu akan mumpang belajar di SMAN 5 Batam. “Ada tiga lokal yang disediakan di sini (SMAN 5). Nanti mereka masuk siang,” tutur Bahtiar. (eja)