Petugas merapihkan KTP warga yang sudah jadi.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kantor Kecamatan Sekupang terhenti. Hal ini terjadi karena pihak kecamatan kehabisan tinta print yang biasa digunakan mesin pencetak e- KTP.

“Sudah hampir dua minggu kosong,” kata Sekretaris Camat Sekupang, Delferi, Senin (2/7/2018).

Ia mengatakan kekosongan ini mengakibatkan 49 pengajuan e-KTP tidak bisa diproses hingga saat ini. Delferi mengungkapkan tinta print didapatkan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam sehingga pihaknya harus mengajukan permintaan terlebih dahulu.

“Tintanya khusus dari Kemendagri,” sebutnya.

Saat ini pihaknya telah mengajukan permintaan kepada Disdukcapil. Ia berharap tinta bisa segera datang sehingga pencetakan kembali dilakukan.

“Penumpukan memang tidak banyak, tapi kami tetap berharap tinta segera datang agar pencetakan kembali normal,” ujarnya.

Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar mengatakan pihaknya sudah meminta tambahan print cetak e-KTP kepada Dirjen Kependudukan dan Pencatatan di Jakarta. “Sudah ada, hari ini (kemarin, red) rencananya mau kami bagikan kepada masing-masing kecamatan,” kata dia.

Ia mengakui ketersediaan tinta khusus pencetakan e-KTP memang hanya disediakan oleh pihak Kementerian Dalam Negeri, sehingga pihaknya harus menyurati terlebih dahulu terkait kekosongan yang terjadi di Batam.

“Masalahnya tak ada di sini tinta print tersebut, jadi kami harus menunggu dari pusar. Alhamdulillah sudah dapat jadi besok (hari ini, red) pencetakan bisa kembali normal,” jelasnya.

Selain mendapatkan tambahan tinta print cetak untuk e-KTP, Batam juga diberikan 20 ribu keping blanko. Saat ini, lanjut Said stok blanko aman. Jadi tak ada masalah untuk pencetakan e-KTP.

“Mudah-mudahan tumpukan selama kekosongan bisa selesai bulan ini,” ungkapnya.(yui)