Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, menyaksikan penandatanganan pencanangan Natuna Bebas Campak, Selasa (3/7). F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna, menargetkan Natuna salah satu wilayah yang bebas dari penyakit campak 2020 mendatang. Target tersebut dicanang kan dengan program imunisasi secara massal 2018 di seluruh sekolah di Natuna.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, pemerintah terus berupaya menekan angka penularan campak dan rubella khususnya di Kabupaten Natuna. Secara nasional pun, pemerintah sudah berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella atau kecatatan yang disebabkan oleh infeksi pada saat kehamilan di tahun 2020 mendatang.

Adanya imunisasi massal ini sebagai upaya memutuskan mata rantai penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat. Untuk imunisasi measeles rubella, pada Agustus mendatang akan dilaksanakan di seluruh sekolah. Yakni SD sederajat dan SMP sederajat.

”Imunisasi massal juga dilaksanakan September mendatang di seluruh posyandu-posyandu, polindes, poskesdes dan berbagai fasilitas kesehatan masyarakat dengan sasaran imunisasi bagi balita dan hingga anak berusia 6 tahun,” kata Ngesti dalam sosialisasi measeles rubella di hotel Natuna, Selasa (3/7).

Menurut Ngesti, kegiatan imunisasi massal ini sangat penting diketahui masyarakat, mengingat kondisi geografis Natuna yang berbentuk kepulauan. Tujuannya agar seluruh masyarakat mendapatkan informasi yang utuh, terutama yang berdomisili di daerah dengan kondisi transportasi dan pelayanan kesehatan terbatas.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Rizal Renaldy mengatakan, campak merupakan penyakit sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Gejala yang ditimbulkan adalah demam tinggi, bercak merah pada kulit serta batuk atau pilek dan bisa menyebabkan kematian bila terjadi komplikasi.

”99 persen orang yang berintraksi erat dengan penderita campak dapat tertular jika mereka belum kebal terhadap campak,” terang Rizal.

Sementara penyakit Rubella katanya, merupakah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Data survei selama lima tahun terakhir menunjukkan 70 persen kasus rubella terjadi pada kelompok usia 15 tahun.
Selain itu, berdasarkan studi tentang estimasi beban penyakit campak dan rubella di Indonesia pada 2013 diperkirakan terdapat 2.767 kasus.

Menurut Rizal tidak ada obat untuk penyakit campak dan rubella namun penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi rutin dengan vaksin Measles Rubella. Dan ini merupakan salah satu prioritas kegiatan dari Kementerian Kesehatan sebagai salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya untuk menurunkan angka kematian pada anak.

“Pemerintah Kabupaten Natuna berkomitmen terhadap pelaksanaan kegiatan kampanye dan introduksi campak dan rubella secara masal tahun 2018 ini. Sasaran kegiatan kampanye imunisasi Measeles Rubella meliputi Posyandu, jenjang pendidikan dengan jumlah total sasaran 23.780 anak dengan jumlah petugas imunisasi sebanyak 373 orang yang tersebar di seluruh Natuna. (arn)

Advertisement
loading...