Ilustrasi properti | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Berbagai cara dilakukan pemerintah pusat maupun daerah untuk mengangkat pertumbuhan properti yang sempat merosot pada tahun sebelumnya. Salah satunya adalah dengan menjadi penjamin untuk jual beli properti kepada warga asing. Pengembang pernah mendengar wacana ini akan dilakukan Badan Pengusaha (BP) Batam, namun sampai saat ini masih belum ada regulasi yang diterbitkan.

“Potensi besar di Batam mengenai kepemilikan properti bagi warga negara asing belum 100 persen terjadi,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan di Grand I Hotel Nagoya usai acara Diskusi Ekonomi BP Batam dengan Asosiasi Pengusaha di Batam, Selasa (3/7).

Achyar menilai pihaknya masih menunggu langkah konkrit dari BP Batam mengenai wacana penjaminan ini. Salah satu persyaratan penting yang diatur pemerintah pusat soal jual beli properti kepada warga negara asing adalah harus memiliki penjamin.

“Syaratnya ada penjamin. Dan disini seluruh lahan merupakan milik BP Batam. Jadi saya pikir bisa lebih mudah mengenai penjaminan. Kami juga bersedia jika diajak berbicara dengan pemerintah pusat,” katanya.

Ia yakin jika bisa segera diterapkan, maka Batam bisa menjadi pilot projek soal penjaminan ini.

“Dan ini dapat meningkatkan ekonomi Batam tentunya,” jelasnya.

Di sisi lainnya, pengembang juga meminta agar BP Batam mempercepat sejumlah perizinan lahan. Mengenai Izin Peralihan Hak (IPH), Achyar menilai sudah lebih baik dari sebelumnya. Apalagi ditambah dengan sistem online yang mempermudah proses transaksi jual beli properti di Batam.

“Kami sudah siap membangun proyek-proyek siteplan. Tinggal didorong saja percepatan penerbitan fatwa planologi, Skep, Spj dan lainnya,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pihaknya banyak mendapat masukan dari pengusaha mengenai langkah terbaik yang dibutuhkan untuk memacu ekonomi Batam di sisa semester kedua 2018. Dan ia juga akan mempercepat rencana penjaminan properti asing itu.

“Target kami tahun ini 4,5 dan maksimal 5 persen. Kami mendapat banyak masukan dari pengusaha baik itu dari migas, shipyard, properti, pariwisata dan elektronik,” ungkapnya.

Ia optimis bahwa di sisa tahun ini banyak indikator yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi menuju kesana.

“Indikator bisa dilihat dari kinerja fiskal yang semakin membaik dan juga investasi yang terus masuk. Kami sudah merasakannya dan itu akan mengerek sektor lainnya termasuk properti,”pungkasnya.(leo)