batampos.co.id – Tim Satuan Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Kota Batam menyasar proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah negeri. Tujuannya guna mencegah terjadinya pungli atau penerimaan siswa yang tidak sesuai dengan aturan.

Wakil Kepala Polresta Barelang yang juga ketua Tim Sabet Pungli langsung melakukan tugas dan fungsinya untuk memberantas pungli pelayanan publik di Kota Batam. Termasuk pengawasan PPDB di setiap sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat negeri yang saat ini tengah berlangsung.

“Anggota kita sudah disebarkan di lapangan untuk mencari adanya informasi pungli dalam penerimaan peserta didik baru. Jika kita temukan, langsung kita sikat,” kata AKBP Mudji Supriadi.

Kepada seluruh orang tua, ia mengimbau untuk memberikan informasi kepada pihaknya jika ada mengetahui adanya praktek pungli di sekolah. Ia memastikan, Tim Saber Pungli akan melindungi indentitas yang melaporkan dugaan praktik pungli tersebut.

“Bahkan kalau ada yang melaporkan kepada kita, itu lebih bagus. Untuk yang memberi tidak akan kita tindak, karena mereka sebagai korban. Disitu mereka butuh untuk sekolah anaknya, sehingga dimanfaatkan oleh oknum,” tuturnya.

Sejauh ini, Mudji mengaku bahwa pihaknya belum ada menerima laporan terkait adanya pungli dalam proses PPDB. Meski demikian, ia tetap mencari informasi sebanyak-banyaknya di lapangan sesuai dengan tugas dan fungsinya selama ini.

“Mulai tahun 2017 kemarin sampai tahun 2018 ini kami sudah melakukan OTT sebanyak 7 kali dengan 8 orang tersangka. Dari beberepa kasus, kami hanya lakukan pembinaan saja dan kami kembalikan,” katanya.

Untuk kasus yang dilakukan pembinaan salah satunya adalah kasus pungli premanisme dengan sasaran parkir liar, yang kerugiannya hanya dibawah Rp. 1 juta. Sementara untuk kasusott yang jumlahnya besar, sudah mereka proses dan dilanjutkan ke persidangan.

“Parkir liar itu kita amankan dari berbagai tempat, ada dari Sekupang, Penuin dan Winsor. Kita akan jalan terus untuk anggota di lapangan,” imbuhnya. (gie)