batampos.co.id – TUJUH orang jamaah calon haji (JCH) asal Tanjungpinang batal berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Dari hasil rapat lintas instansi, Selasa (3/7) kemarin, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono menjelaskan, kebatalan keberangkatan tujuh JCH itu lantaran faktor kesehatan. “Karena tidak memenuhi kesehatannya, jadi total JCH asal Tanjungpinang yang berangkat hanya 217 orang,” papar Riono.

Dari rapat tersebut, sambung Riono, juga diperoleh kesepakatan bahwasanya rombongan JCHasal Tanjungpinang akan berangkat pada 17 Juli mendatang. Nantinya, sambung Riono, akan dilepas oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang di Aula Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang dan selanjutnya jemaah calon haji menuju pelabuhan Sri Bintan Pura untuk berangkat ke embarkasi Batam.

Riono menjelaskan, JCH Kota Tanjungpinang nantinya diterbangkan ke Madinah pada 18 juli pagi melalui bandara Hang Nadim, Batam yang tergabung dalam kloter pertama yang akan bergabung dengan jemaah calon haji dari Natuna, Anambas, dan Lingga.

Sehari sebelumnya, pada 17 Juli akan dilakukan pelepasan secara resmi oleh Penjabat Wali Kota Tanjungpinang pada pukul 6.00 pagi. Selanjutnya JCH menuju pelabuhan Sri Bintan Pura dengan menggunakan bus yang telah disediakan Pemko Tanjungpinang. “Keluarga JCH hanya dapat mengantar di Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang,” jelas Riono.

Terkait masalah barang bawaan jemaah calon jemaah haji, Riono mengimbau kepada para petugas yang telah ditetapkan untuk lebih bekerja ekstra mengingat jemaah haji tahun ini jumlahnya bertambah dari tahun lalu. “Pengumpulan koper jemaah haji dilakukan di Gedung Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang pada tanggal 16 Juli pukul 08.00 dan diharapkan agar tepat waktu sehingga semua barang dapat diberangkatkan ke embarkasi Batam sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” kata Riono.

Terkait masalah kesehatan JCH, Riono mengingatkan untuk menyediakan fasilitas kesehatan. “Untuk jemaah haji yang memerlukan pelayanan khusus, agar dapat didahulukan untuk berangkat dari titik kumpul di Kantor Dinas Perpustakaan menuju pelabuhan, selain kursi roda pendampingnya harus tetap mengawasi,” pungkas Riono. (aya)l