Seorang pegawai honorer Setwan pemko Batam sedang melihat puluhan mobil dinas anggota DPRD Batam yang di parkiran gedung DPRD Batam.. Mobil dinas tersebut akan ditarik oleh Pemko Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan kejanggalan dalam perawatan mobil dinas di sekretariat DPRD Kota Batam 2017 lalu. Ada beberapa mobil yang masuk bengkel di hari yang sama dengan jumlah pembayaran yang berbeda.

Dari data BPK menyebutkan pada 9 Januari lalu, mobil BP 9 XP masuk bengkel dua kali dengan masing-masing biaya Rp 11 juta dan Rp 4,3 juta. Kemudian pada 23 Januari mobil BP 1096 C masuk bengkel dua kali dengan biaya Rp 1,8 juta dan Rp 6,9 juta.

“Kalau ini sebenarnya sudah kita perbaiki dan ini saya tegaskan adalah bukan mobil anggota dewan tetapi sekretariat DPR Kota Batam,” ujar Kabaghumas DPRD Kota Batam, Taufik, Kamis (5/7).

Selain itu, BPK juga menemukan pemeliharaan 11 kendaraan di tiga tempat berbeda. Ditemukan setiap kendaraan diservis lebih dari sekali dalam kurun waktu seminggu.

Untuk 11 kendaraan tersebut total biaya yang dihabiskan mencapai Rp 83,5 juta. Semua kendaraan ini juga dipakai oleh pegawai sekretariat DPRD Kota Batam.

BPK merinci, mobil BM 181 XP masuk bengkel yang sama yakni CV MU, bulan Januari pada tanggal 9,10, dan 16. Kemudian masuk bengkel PT BMW tanggal 19 januari.

Kemudian BP 1026 VC masuk bengkel di CV MU pada tanggal 17 dan 20 Februari 2017 dengan biaya Rp 5,7 juta dan Rp 625 ribu. Mobil BP 1027 VC diservis di PT BMW tanggal 13 Februari dan di CV MU 18 Februari 2017 dengan total biaya sekitar Rp 2,3 juta.

Selanjutnya mobil BP 1028 VC servis di CV MU pada tanggal 9,10,13,17 dan 23 Februari dengan biaya total mencapai Rp 11,8 juta. Kemudian BP 1062 C diservis di PT BMW 16 Januari Rp 9,5 juta. Kemudian dalam waktu berdekatan diservis empat kali lagi di CV MU dengan biaya Rp 6 juta.

Kemudian mobil BP 1096 C diservis tiga kali di CV MU yakni pada tanggal 25 januari dan tanggal 20 dan 21 februari dengan total mencapai Rp 8 juta. Kemudian mobil BP 1097 diservis lima kali di CV MU dalam waktu berdekatan yakni tanggal 18 dan 20 Januari Rp 3,9 juta. Kemudian pada tanggal 10,14 dan 21 Februari dengan biaya Rp 4,4 juta.

Selanjutnya mobil BP 1098 C diservis selama tujuh kali di CV MU dalam waktu yang berdekatan yakni pada tanggal 20 dan 25 Januari 2017 dengan biaya Rp 3,4 juta. Kemudian pada tanggal 2,6,9,17,dan 22 Februari dengan biaya servis sekitar Rp 6,2 juta.

Mobil BP 1251 C diservis empat kali di CV MU pada saat yang berdekatan yakni BP 4,8,10 dan 17 Februari dengan biaya Rp 7 juta. Kemudian BP 7193 CX servis dua kali dalam waktu berdekatan yakni 3 dan 4 Januari dengan biaya Rp 2,2 juta di CV MU. Dan terakhir BP 8012 C empat kali servis dalam kurun waktu berdekatan yakni 3,9,16,17 Februari 2017 dengan biaya sekitar Rp 4,3 juta.

“Jadi temuan ini sudah diperbaiki semua. Dan sudah ditindaklanjuti oleh sekretariat,” kata Taufik.

Taufik berharap kedepannya masalah seperti ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari. (ian)