batampos.co.id – PENDAFTARAN online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Kundur dianggap gagal karena hanya diikuti dua pendaftaar. Skema pendaftaran langsung, akhirnya menjadi pilihan di SMK Kundur.
”Iya, sistem PPDB online di SMK Negeri Kundur gagal. Jadi pendaftaran menggunakan jalur offline. Alhamdulillah sampai dengan pukul 13.40 WIB jumlah siswa yang terdaftar semuanya baik online dan khususnya secara offline sudah mencapai 164 orang calon siswa,” ujar Kepala SMK Negeri Kundur Zuprihardi, Kamis (5/7).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Muhammad Dali secara terpisah menyebutkan, walau pada prinsipnya PPDB menggunakan sistem online, tapi jika ada yang mendaftar langsung tetap harus ditampung oleh sekolah. ”Karena memang tidak semua wilayah dapat dijangkau kondisi jaringan internet yang baik,” paparnya.
Untuk itu, katanya, sesuai dengan arahan gubernur Kepri, jika proses PPDB ditutup dan ada sekolah yang kelebihan atau kekurangan pendaftar, akan dicarikan solusi agar kelas tetap terisi. Jika kelebihan siswa yang melamar, berarti jumlah kelas yang kurang. Sedangkan sekolah yang kekurangan pendaftar, tentu jumlah siswanya tidak memenuhi batas minimal kelas.
”Seperti apa solusinya, hal itu akan kita sampaikan setelah penutupan PPBD,” katanya.
Yang jelas, kata Dali, pada saat kegiatan belajar mengajar dimulai, solusinya sudah ada. Apalagi saat ini ada SMA Negeri 5 Karimun. Sekolah ini merupakan sekolah baru yang dibangun oleh provinsi.
”Yang terpenting, siswa tamatan SMP yang akan meneruskan pendidikan ke jenjang SMA dan SMK negeri bisa tertampung semuanya,” papar Dali. (san)
