Tiuridah Silitonga. F. Tri Haryono/batampos.co.id

batampos.co.id – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Karimun menemukan 4.308 data pemilih yang dinilai bermasalah. Data tersebut telah masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Oleh karenanya, Panwaslu telah melayangkan surat ke KPU untuk dilakukan perbaikan.

”Cukup banyak laporan Panwascam terkait DPS yang dinilai bermasalah. Bahkan kemungkinan ada lagi di beberapa tempat. Yang jelas, kita ingin ada perbaikan DPS sebelum ditetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) nanti,” kata Ketua Panwaslu Karimun Tiuridah Silitonga, Jumat (6/7).

Dengan dilayangkannya surat, kata wanita berjilbab ini, Panwaslu sudah memberikan masukan kepada KPU Karimun agar ada perbaikan data DPS. Sehingga masyarakat yang tidak terdaftar bisa didaftarkan sebagai pemilih. Termasuk data DPS yang sudah meninggal, data ganda, maupun data tidak lengkap, agar dilakukan diperbaiki.

”Setelah kita lakukan pengecekan, data dari Pantarlih berbeda dengan hasil pengumuman DPS. Seperti di Kelurahan Harjosari ada data pemilih dari Desa Pongkar dan sebagainya,” ungkapnya.

Untuk itu dirinya juga sebagai salah satu penyelenggara Pemilu, mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan namanya terdaftar di DPS. Agar nanti saat pencoblosan, bisa menggunakan hak suaranya untuk memilih wakil rakyat, maupun presiden dan wakil presiden untuk lima tahun ke depan.

”Waktunya masih ada, silakan untuk mengecek DPS di setiap kelurahan atau desa yang sudah ditempel,” pesannya.

Sementara itu, Ketua KPU Ka­rimun Eko Purwandoko ke­tika dikonfirmasi mengatakan, me­nerima masukan dari Pan­was­lu Kabupaten Karimun. Me­­nurutnya semua bersama-sa­­ma untuk memberikan masu­kan dalam hal pengumuman DPS. Sehingga bisa menjadi acuan bisa diperlukan untuk perbaikan. ”Masukan yang disampaikan oleh Panwaslu akan kita tindaklanjuti. Kita masih menunggu masukkan dari masyarakat hingga besok (Minggu, red),” jawabnya.(tri)