batampos.co.id – Saat ini sejumlah partai politik lagi sibuk dengan persiapan pencalegan, baik di tingkat kota, provinsi maupun nasional.

Ada perbedaan yang tampak antara pemilu 2014 dengan 2019 nanti. Perbedaan tersebut seperti pola kampanye atau memperkenalkan diri maupun visi misi caleg ke masyarakat.

Seperti misalnya Partai Golkar Batam. Pihaknya akan memerintahkan kader-kadernya yang mencalonkan diri pada pencalegan nanti untuk lebih menekankan pada kampanye turun langsung ke masyarakat atau door to door dalam menyampaikan visi-misinya kalau terpilih.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua DPD Partai Golkar Batam, Ruslan Ali Wasyim misalnya. Pihaknya akan menekankan kepada kader-kadernya yang maju pada pileg 2019 nanti untuk memanfaatkan sarana kampanye yang ada seperti memanfaatkan kemajuan teknologi atau dengan berkampanye melalui medsos.

“Yang paling penting dari Golkar, kami akan lebih mengutamakan kader-kader turun langsung memperkenalkan visi-misinya maju dalam pencalegan. Kita akan mengkombinasikan cara berkampanye yang konvensional seperti turun bersosialisasi ke masyarakat dan dengan memanfaatkan teknologi IT berkampanye via medsos. Tapi door to door itulah bagi Golkar cara yang paling elegan dan efektif untuk memperkenalkan visi misi, atau beradu visi misi,” ujar ketua Golkar Batam yang juga anggota DPRD Batam Komisi I ini.

Sementara untuk kesempatan kampanye terbuka di lapangan dengan mengumpulkan ratusan massa yang juga diatur dalam PKPU, Ruslan menegaskan, kampanye terbuka tersebut saat ini sifatnya hanya kampanye monologis saja atau sekedar show of force.

“Soal apakah nanti kami juga akan mengambil kesempatan untuk berkampanye terbuka di lapangan mengumpulkan ratusan massa, itu adalah opsi berkampanye terakhir kami yang paling akhir bukan cara yang utama seperti pemilu-pemilu sebelumnya. Intinya kami akan memaksimalkan kampanye door to door, via medsos serta melalui media massa,” terang Ruslan.

Menanggapi masih banyaknya masyarakat di Batam yang namanya tak masuk pada Daftar Pemilih Sementara, Rulan menegaskan, hal tersebut harus segera dibenahi oleh penyelenggaran pemilu dalam hal ini KPU.

“Soal masih banyaknya masyarakat yang belum terdaftar namanya sebagai pemilih di Batam, sebenarnya bukan hanya tugas dari KPUD Batam saja, tetapi tugas semua parpol di Batam serta kader-kader parpol yang maju dalam pencalegan,” katanya.

Untuk di Golkar sendiri, Ruslan akan menekankan kepada seluruh kadernya yang mencalonkan diri agar kalau turun bersosialisasi ke masyarakat untuk ikut memberikan pengertian atau imbauan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019 nanti dan jangan sampai tak memilih alias golput.

ilustrasi

“Masyarakat yang punya tanggung jawab, pastinya punya sikap dan akan mempergunakan hak pilihnya sebagai warga negara yang baik. Kalau nantinya banyak masyarakat yang tak menggunakan hak pilihnya, takutnya suara tersebut akan dimanfaatkan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Intinya meski tak ada kandidat yang diminatinya, tetaplah gunakan hak suara itu ke TPS,” kata Ruslan.

Sementara dari PDIP menegaskan akan tetap menggunakan sarana atau saluran yang ada diatur KPU tentang kampanye atau mensosialisasikan diri ke masyarakat.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua DPC PDIP Batam, Jamsir misalnya. Menurutnya bicara mengenai cara berkampanye, tentunya pihaknya akan tetap mengikuti dan menggunakan semua regulasi yang ada.

“Apakah PDIP akan berkampanye dengan cara yang lama atau mengikuti perkembangan jaman atau tren saat ini, kami akan gunakan semuanya. Kami juga akan memanfaatkan teknologi IT melalui medsos, dan utamanya kami menekankan ke kader yang maju pencalegan untuk lebih banyak turun langsung ke masyarakat seperti menggelar kegiatan yang bersifat positif, baksos ataupun kegiatan lainnya yang mengedukasi masyarakat serta jangan lupa kampanye yang paling efektif tetap tak bisa dianggap sepele adalah kampanye melalui media massa,” terang Jamsir.

Lain halnya dengan Partai Gerindra di Batam. Piihaknya akan lebih memfokuskan diri berkampanye dengan turun langsung ke masyarakat, menampung aspirasi masyarakat.

“Kami lebih memperbanyak door to door ke masyarakat, berinteraksi langsung dan menggelar kegiatan postif seperti baksos atapun pengobatan gratis, serta gotong royong. Intinya tatap muka langsung dengan masyarakat tak harus dengan cara yang rumit. Berikutnya kampanye yang kami nilai efektif adalah kampanye melalui media massa dengan mengenalkan visi-misi setiap kader kami yang maju,” terang Ketua DPC Partai Gerindra Batam, Iman Sutiawan yang juga Wakil Ketua DPRD Batam ini.

Sementara untuk kampanye cara konvensional yang lama seperti mengumpulkan massa di lapangan terbuka, Iman menegaskan, Gerindra Batam tak akan menggunakan cara lama dengan berkampanye di lapangan terbuka.

“Kami tak terlalu mengedepankan kampanye pengumpulan massa di lapangan secara terbuka. Itu kan sifatnya hanya show of force. Kami akan ganti kesempatan berkampanye secara terbuka di lapangan dengan kegiatan di masyarakat langsung seperti baksos, gotong royong, menggelar musyawarath dialogis langsung dengan masyarakat. Yang perlu diingat, kami juga akan memanfaatkan sarana teknologi IT untuk mengenalkan diri dan visi-misi kader kami seperti misalnya melalui medsos,” kata Iman.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua DPD PAN Batam, Safari Ramadan. Pihaknya lebih menekankan ke kadernya yang akan maju ke pencalegan untuk turun langsung berinteraksi ke masyarakat.

“Kami minta kader-kader PAN yang maju ke pencalegan di Batam turun ke masyarakat, ke majelis taklim, aktivis dan semua kalangan masyarkaat. Apa yang diinginkan masyarakat nantinya, akan kami tampung sebagai tugas dan tanggung jawab untuk mewujudkan aspirasi masyarakat apabila kader kami terpilih,” terang Safari yang juga anggota DPRD Batam dari Komisi IV ini.

Tak hanya turun langsung ke masyarakat. Safari juga menegaskan, untuk semua kadernya yang maju dalam pencalegan nantinya juga harus menggunakan sarana seperti kemaujan teknologi sebagi sarana berkampanye mengenalkan visi dan misinya.

“Kami juga akan mencoba berkampanye memperkenalkan visi-misi kader PAN yang maju melalui facebook, twitter ataupun instagram. Jangan lupakan juga, kampanye yang tak kalah efektif adalah memperkenalkan visi-misi melalui media massa,” kata Safari Ramadan.

Apakah PAN nanti akan mengambil kesempatan untuk berkampanye terbuka di lapangan dengan pengumpulan ratusan massa, Safari menegaskan hal tersebut kecil kemungkinan akan dilakukannya.

“Kita akan lihat seperti apa nantinya. Kalau memang tak menyentuh ke masyarakat, kami mungkin tak akan melakukan kampanye terbuka dengan pengumpulan massa. Lebih baik digunakan waktu untuk turun langsung ke masyarakat,” terang Safari mengakhiri. (gas)