Mesin menyedot pasir dan mobil mengangkut pasir dari galian pasir ilegal di Tembesi, Sagulung, Jumat (8/7). F dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Aktivitas tambang pasar darat di Dam Tembesi semakin parah. Pemerintah dan aparat tampak tidak berdaya untuk mengawasinya.

Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai penjaga aset Dam Tembesi juga tak berdaya menanggulanginya.

“Sebenarnya Ditpam terus beroperasi. Namun penambang pasir ilegal ini selalu bermain kucing-kucingan,” kata Plt Kasubdit Humas BP Batam Muhammad Taofan, Sabtu (7/7).

Ia mengatakan tiap Ditpam beroperasi dan mengamankan alat tambang, maka beberapa hari kemudian penambang akan pindah ke lokasi lainnya untuk menambang lagi.

“Contohnya ketika kita menertibkan lokasi A, maka beberapa hari kemudian muncul lagi lokasi B. Begitu seterusnya mereka main kucing-kucingan dengan kami,” ungkapnya.

Taofan mengungkapkan pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dalam mengamankan aset Dam Tembesi.”Makanya kami sudah membahas masalah ini dengan stakolder lain seperti aparat dan Pemerintah Kota,” jelasnya.

Mereka akan membentuk sebuah tim terpadu dalam menertibkan tambang pasir ilegal ini.”Ditpam memiliki wewenang terbatas. Kami hanya mengamankan, tapi yang memproses secara hukum adalah polisi,” jelasnya lagi.

Untuk saat ini, Ditpam akan terus melakukan operasi rutin di sekitar Dam Tembesi.(leo)