Iklan

batampos.co.id – Masyarakat di Ranai, merupakan pusat kota Kabupaten Natuna, mengeluhkan kondisi perekonomian yang terus merosot, pada 2018 ini. Kondisi ini dirasakan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari petani, pekerja bangunan hingga masyarakat yang berprofesi pemecah batu granit di pinggiran kabupaten.

Apalagi ekonomi masyarakat bertumpu pada gelontoran dana APBD. Sementara proyek fisik banyak yang belum berjalan. Rudi, 35, warga Ranai mengaku, selama 2018 ini hampir tidak terdapat kegiatan pemerintah daerah yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pendapatan. Rudi yang keseharian sebagai sopir dum truk ini mengaku, hampir tidak ada barang material yang perlu diangkut.

”Tidak hanya kami sopir truk. Pemecah batu granit dan tukang bangunan pun mengeluh tidak ada proyek pemerintah,” ujar Rudi, kemarin.

Wakil Ketua DPRD Natuna Hadi Candra mengaku, keluhan masyarakat sulitnya mencari pekerjaan sudah sering diterima DPRD selama 2018 ini. Ekonomi sebagian masyarakat sulit bergerak lebih baik jika kondisi terus menerus dengan kebijakan pemerintah daerah saat ini. ”Sejauh ini pemerintah daerah masih menunda kegiatan fisik dari APBD. Hanya kegiatan pembangunan gedung daerah (rumah dinas Bupati, red) yang dilaksanakan.(arn)

Advertisement
loading...