Rabu, 6 Mei 2026

Penjualan Perhiasan Emas Menurun

Berita Terkait

batampos.co.id – Dalam lima bulan terakhir, penjualan perhiasan emas di Karimun tidak mengalami pergerakan bahkan cenderung menurun dibandingkan 2017. Hal tersebut dikatakan Ketua Asosiasi Pedagang Emas Karimun (APEK), Jhon Vito Yunan, Minggu (8/7).

Menurutnya, penurunan penjualan perhiasam emas di Karimun, dipengaruhi faktor ekonomi di Karimun yang lesu. Sehingga masyarakat enggan membeli perhiasan emas sebagai investasi pilihan.

”Perekonomian di Karimun sa­at ini stagnan sejak awal Januari lalu. Ini informasi dari anggota kami, pedagang emas di Karimun,” ujar Jhon Vito Yunan.

Tahun sebelumnya, lanjutnya, banyak masyarakat yang membeli perhiasan emas jelang Lebaran. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi saat ini yang sepi pembeli.
”Apalagi harga emas dunia saat ini sedang turun, dibarengi dengan nilai tukar rupiah yang semakin terpuruk, berdampak langsung pada penjualan perhiasan emas,” terang Jhon Vito. Ia berharap pada semester kedua tahun ini akan ada peningkatan penjualan di Karimun.

Salah satu pedagang emas, Dayat mengaku, masyarakat yang datang ke toko mas, rata-rata hanya melakukan transaksi tukar tambah perhiasan. Saat ini harga emas 22 karat per gramnya Rp 415 ribu, 23 karat Rp 485 ribu, 24 karat 540 ribu.(tri)

Update