batampos.co.id – Kepala Badan Layanan Pengadaan (BLP) Pemprov Kepri Misbardi mengatakan sudah puluhan perusahaan termasuk badan usaha milik negara (BUMN) atau yang dikenal istilah pelat merah menyatakan berminat mengerjakan mega proyek Pemprov Kepri senilai Rp 530 miliar. Yakni untuk penataan kawasan Gurindam 12. Lelang infrastruktur strategis tersebut ditargetkan rampung sebulan ke depan.

“Perusahaan pelat merah juga siap bersaing,” ujar Misbardi, kemarin.

Menurutnya, untuk tahap awal, pagu anggaran untuk proyek penataan kawasan Gurindam 12 tersebut adalah Rp 98 miliar. Anggaran itu, di luar Manajemen Konstruksi (MK). Mantan Kepala Biro Umum Pemprov Kepri tersebut menjelaskan, bahwa saat ini masing-masing peminat belum mengajukan penawaran.

“Kami akan sangat selektif dan melakukan cek dan ricek secara detail. Dalam pekan ini sudah bisa dipantau di sistem LPSE,” paparnya.

Lebih lanjut katanya, dilaksanakannya proses lelang ini, karena Dinas Pekerjaan Umum, Pertanahan dan Tata Ruang (PUPR) Kepri sudah meminta petunjuk Badan Pemeriksa Keuangan dan TP4D. Ia berharap, tidak ada kendala-kendala yang berarti selama proses lelang ini.

“Pekerjaan yang kita tangani sudah dengan sistem. Sehingga tidak bisa dilakukan intervensi oleh pihak manapun,” tegasnya. Terpisah, Kepala Dinas PUPR Pemprov Kepri, Abu Bakar mengatakan, pihaknya sudah memenuhi syarat-syarat penting mengajukan lelang.

Makanya, proses lelang baru bisa dilakukan pada Juli ini. Ia berharap siapapun pemenangnya adalah perusahaan profesional dalam bidangnya. “Untuk proses lelang sudah ditangani Kelompok Kerja (Pokja) khusus yang ada di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Kami tidak ikut campur dalam masalah itu,” tegas Abu Bakar.

Sementara itu, dari informasi yang didapat di internal ULP Provinsi Kepri, proyek-proyek strategis di atas Rp 100 miliar, gubernur punya kewenangan untuk memutuskan. Kebijakan tersebut berdasarkan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan Pokja terkait.

“Ada kebijakannya, proyek di atas Rp100 miliar, gubernur punya kewenangan untuk menentukannya,” papar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang enggan namanya dikorankan tersebut. (jpg)