foto: humas ATB

batampos.co.id – Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) menggelar kegiatan Indonesia Water Forum 2018 di Hotel Aston Batam, Senin (9/7/2018). Kegiatan ini diikuti 400 peserta dari Perpamsi seluruh Indonesia.

Ketua Perpamsi Erlan Hidayat mengatakan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini akan diisi oleh kegiatan training dan kunjungan ke Singapura untuk melihat sistem pengelolaan air disana.

“Batam dikenal karena sistem pengelolaan airnya dikelola swasta. Dan tidak pernah ada masalah berarti,” katanya saat membuka acara ini.

Sedangkan di daerah lain, jika swasta ingin menggarap pengelolaan air akan terasa sulit karena berbagai regulasi. Namun pengelolaan air di Batam yang dikelola swasta menjadi bukti menarik kalau bidang tersebut mampu dikerjakan bersama oleh pemerintah dan swasta.

“Banyak yang mau kerjasama. Tinggal cari bentuk kerjasamanya seperti apa. Namun sama-sama saling menguntungkan,” paparnya.

Sedangkan Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan mengatakan, lewat acara ini, pihaknya sekaligus ingin berbagi gambaran, apa yang sudah didapat dari pengelolaan air di Batam.

“Kami melakukan konsesi dengan ATB mulai 1995 selama 25 tahun dan ini tahun-tahun terakhir pengakhiran konsesi,” kata Binsar.

ATB sudah bekerja dengan baik dan mampu mengaliri Batam hingga 90-an persen dari 1,25 juta penduduk Batam. Ini termasuk tertinggi di Indonesia.

“Pengelolaan air ini sebenarnya cukup sulit karena Batam hanya pulau kecil. Luasannya 416 km2,” ujarnya.

Ada untuk industri, pariwisata, masyarakat. Belum lagi keberadaan hutan lindung yang terbatas. Karena itu ia menilai ketersediaan air di Batam perlu mendapat perhatian ke depannya.

“Ketersediaan air dapat tekanan dari kegiatan di Batam, terkait tata ruang. Menyangkut juga pariwisata. Tapi air limbah ada di hadapan kita,” kata Binsar.

70 persen konsumsi air di Batam nantinya akan menjadi air limbah. Inilah yang termasuk menjadi tantangan dalam pengelolaan air di Batam.

“Karena target Indonesia cukup tinggi pencanangannya. 2020, pelayanan air bersih 100 persen, air limbah 100 persen,” ujarnya.(leo)