Ruah Alim Maha. F. Slamet Nofasusanto/batampos.co.id

batampos.co.id – Sekitar 1.120 hektare (Ha) hutan lindung di kawasan Bintan dan Tanjungpinang dirusak orang yang tidak bertanggung jawab untuk dijadikan permukiman. Agar kerusakan tidak bertambah luas, pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi akan patroli rutin.

Kepala KPHP Wilayah Kerja IV Tanjungpinang-Bintan, Ruah Alim Maha menyampaikan, total luas kawasan hutan lindung untuk wilayah Tanjungpinang dan Bintan berkisar 5.600 Ha. Dari total tersebut, 20 persen atau sekitar 1.120 Ha di kawasan hutan lindung yang ada di wilayah Tanjungpinang dan Bintan rusak. ”Sekitar 80 persen lagi masih utuh,” ujarnya di Bintan Buyu, Rabu (11/7).

Ia mengatakan, kondisi kawasan hutan lindung yang rusak akan direhabilitasi dan diupayakan masuk program penghijauan Kementerian Kehutanan dan Presiden. Tahun ini, rencananya sekitar 1.000 Ha kawasan Hutan Lindung di Seijago bersamaan dengan kawasan hutan lindung lainnya akan direhabilitasi.

Sedangkan kawasan hutan lindung Seipulai, tahun ini akan dilakukan layanan teknik untuk melindungi lima sumber airnya.Ia juga mengatakan dengan berdirinya KPHP wilayah kerja Bintan Tanjungpinang menjadi tugas berat baginya.

Terpisah, Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam mengatakan, Kawasan Hutan Lindung merupakan SK Pemerintah Pusat yang harus dijaga. Diakuinya ada beberapa kawasan hutan lindung yang rusak karena ulah orang tidak bertanggungjawab. ”Kita akan bawa ke rapat dengan pihak kepolisian dan instansi terkait,” katanya.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan Pihaknya siap melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum melakukan tindakan tegas. ”Saya dan Pemkab bersama instansi terkait akan memberikan imbauan ke masyarakat untuk tidak melakukan kerusakan hutan lindung. Jika imbauan tak mau, kita akan lakukan tindakan sesuai hukum,” tegas Boy. (met)

Respon Anda?

komentar