batampos.co.id – Sejumlah anggota dewan aktif di DPRD Provinsi Kepri memilih loncat partai untuk bisa mencalonkan kembali sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pileg 2019 mendatang.

Bebebarapa nama itu, yakni Syarifah. Sebelumnya ia terpilih sebagai anggota dewan melalui Partai Demokrat. Namun untuk pileg mendatang, ia pindah ke Partai NasDem. Hal sama juga dilakukan Tengku Afrizal Dachlan dari partai yang sama dengan Syarifah. Satu nama lainnya, yakni Susi Susilawati dari NasDem ke Demokrat.

“Ya, benar informasinya seperti itu. Tetapi proses diskusinya belum tuntas. Pasti atau tidaknya setelah partai menyerahkan bacaleg ke KPU nanti,” ujar Sekretaris Partai Demokrat Kepri, Husnizar, Kamis (12/7).

Pria yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kepri tersebut menjelaskan, semua ada proses yang harus dilalui. Politisi yang bersiap-siap bertarung sebagai bacaleg DPR RI Dapil Kepri itu menyebutkan, Partai Demokrat akan melakukan pendaftaran ke KPU Kepri pada 14 Juli mendatang. “Sekarang ini, kami masih menggodok nama-nama bacaleg di setiap Dapil,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Partai Gerindra Kepri Onward Siahaan mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan daftar bacaleg untuk DPRD Kepri. Akan tetapi, saat ini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari DPD Gerindra. Apabila tidak ada halangan, penyerahan daftar bacaleg pada 15 Juli 2018 nanti.

“Di partai kami, tidak ada dewan aktif yang pindah partai. Mantan dewan yang bergabung ada,” ujar legislator Komisi II DPRD Kepri tersebut.

Sementara itu, Komisioner KPU Kepri Arison mengatakan, bagi dewan yang loncat partai untuk mengikuti Pileg 2019 mendatang wajib menyertakan surat pengunduran diri. Sedangkan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) adalah merupakan urusan dewan dengan parpol terkait. “Ada beberapa syarat tentunya yang harus di-penuhi bacaleg. Salah satunya adalah kartu anggota parpol. Kita akan selektif tentunya dalam hal ini,” tegas Arison. (jpg)

 

Advertisement
loading...