ilustrasi

batampos.co.id – Anggaran tambahan yang diterima Badan Pengusahaan (BP) Batam sebanyak Rp 565 miliar untuk tahun 2019 akan dialokasikan untuk membenahi infrastruktur dan memperbaiki layanan.

“Prioritas pengalokasian adalah anggaran untuk infrastruktur. Karena dengan pembenahan infrastruktur sekaligus juga memperbaiki layanan,” kata Deputi V BP Batam Bambang Purwanto, Kamis (12/7).

Prioritas lainnya dengan anggaran tambahan ini adalah membangun akses jalan menuju kawasan industri.”Ini perlu dilakukan karena konsep pengembangan Batam terus berjalan,” tambahnya.

Batam dikembangkan untuk menjadi pusat logistik. Disamping itu, mengenai pengembangan pelabuhan sudah mencapai kesepakatan dengan Pelindo I untuk ikut membangunnya.

“Usulan penambahan anggaran itu karena inovasi kami ditanyakan apakah mampu mencapai target tujuh persen untuk pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Ia yakin BP dengan sejumlah konsepnya termasuk melibatkan pengembangan bandara dan rumah sakit akan mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen.

Selain itu, akibat penambahan anggaran baru dari APBN, target penerimaan dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga ikut turun. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan BP Batam.

“Karena itu, makanya target kami berkurang dan itu sudah disetujui Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Jika tahun ini target PNBP mencapai Rp 1,6 trilliun, maka tahun 2019 hanya ditargetkan mencapai Rp 1,2 triliun. Jadi secara total anggaran BP Batam untuk tahun 2019 mencapai Rp 2,045 triliun.

“Rp 1,2 triliun dari target PNBP, kemudian Rp 565 miliar dan sisanya merupakan anggaran pendamping dari APBN murni. Anggaran pendamping ini disepakati saat rapat dengar pendapat pertama bulan lalu,” pungkas Bambang.(leo)

Respon Anda?

komentar