batampos.co.id – Harga telur ayam di pasar sedang naik. Misalnya di Pasar SP Plaza, Sagulung, telur ayam dibanderol Rp 45 ribu per papan, dari harga sebelumnya Rp 35 ribu.

Kenaikan harga telur yang merupakan komoditas strategis yang dibutuhkan masyarakat tentu memberatkan pedagang. Pasalnya mereka harus mengeluarkan modal yang lebih besar dari sebelumnya.

“Modalnya Rp 38 hingga Rp 40 ribu per papan,” ujar Nuradiah pedagang sembako di SP Plaza.

Belum diketahui penyebab harga telur naik. Namun ia menduga kenaikan telur dikarenakan tingginya permintaan dari masyarakat. Rata-rata pembelian pun dalam jumlah banyak karena digunakan untuk membuat kue.

“Saya tak tahu penyebab pastinya, dari distributor memang segitu, mungkin karena banyak yang beli,” katanya.

Dia mengatakan kenaikan harga telur membuat resah pedagang. Pasalnya mereka khawatir penjualannya menjadi menurun. Selain itu ia merasa tak enak saat pembeli mengeluhkan harga telur yang melambung cukup tinggi.

“Nggak enak, mereka nanya kok bisa naik. Saya jadi bingung jawabnya apa,” katanya.

Sementara bagi pembeli kanaikan tersebut membuat mereka tercekik. Ayu misalkan yang menjadikan telur sebagai bahan baku untuk membuat kue kering harus menaikkan dagangannya 10 persen.

“Kalau harga telur turun jualan saya pun turun, karena bahan bakunya 40 persen adalah telur, ” kata Ayu.

Berbeda dengan harga beras yang justru turun. Di pasar harga beras premium kisaran antara Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram. “Harga beras sudah normal,” kata A Ling pedagang sembako lainnya.

Dia mengatakan penurunan harga beras terjadi pasca Lebaran IDul Fitri.

“Turunya langsung dari distributor. Kami tak mainkan harga pasar,” tutupnya. (une)

Respon Anda?

komentar