Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri TS Arif Fadillah mengecek makanan yang akan dihidangkan untuk Jemaah Calon Haji (JCH) melalui Embarkasi Batam, Kamis (11/7).

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mengatakan pelayanan terhadap penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya harus lebih baik, baik dari segi sarana prasarana, pelayanan, serta berbagai pendukung lainnya.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap jemaah dapat melakukan ibadah sucinya dengan nyaman, tertib, dan lancar.

“Kita perlu mengevaluasi apa yang telah dan kurang dalam pelayanan tahun sebelumnya agar diperbaiki dan tingkatkan agar supaya para jemaah bisa berangkat ke Tanah Suci, beribadah dengan nyaman dan khusuk dan pulang kembali ke Tanah Air dengan sehat dan selamat tanpa hambatan dan kendala yang berarti,” kata Arif saat memberikan sambutan usai melantik Pantia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam dan Meal Test Tahun 1439 H/ 2018 M di Asrama Haji Batam.

Ada empat provinsi yang berangkat melalui Embarkasi Batam. Selain Kepri, ada juga Provinsi Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para Jemaah Calon Haji (JCH) Arif berharap Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam mengevaluasi terhadap apa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Apa yang kurang agar diperbaiki dan apa yang telah baik dalam pelayanan dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Pada kesempatan ini, Arif mengucapkan selamat kepada seluruh PPIH yang telah dilantik. Dia meminta panitia agar menjalankan tugas dan amanah dengan sebaik-baik-nya. Jemaah haji embarkasi Batam, datang dengan latar belakang yang berbeda, ada yang dari pulau-pulau ada yang dari kota, berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda dan ilmu pengetahuan yang beragam maka menuntut panitia untuk memberikan pelayanan yang profesional.

“Selamat kepada PPIH yang telah dilantik, lakukan tugas mulia ini dengan profesional serta ikhlas sehingga tidak mengecewakan para calon jemaah haji yang merupakan tamu-tamu Allah,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Penye-lenggaraan Haji dan Umroh Kementerian agama RI Nizar mengatakan, dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi JCH Kementerian Agama RI melakukan berbagai inovasi di antaranya adalah melakukan kerja sama dengan pihak Imigrasi Arab Saudi agar proses biometric (foto wajah) dan sidik 10 jari bisa dilakukan di Indonesia.

“Jadi, pegawai Imigrasi Arab Saudi kita tarik ke sini untuk melakukan biometric dan sidik 10 jari langsung kepada calon jemaah haji di 13 embarkasi yang ada di Indonesia. Proses ini akan membuat waktu antre jemaah ketika memasuki Arab Saudi menjadi lebih singkat dari yang sebelumnya membutuhkan waktu 4 sampai dengan 5 jam,” ungkapnya.

Selain itu, kementerian juga membuat inovasi berupa pembuatan gelang bagi jemaah, dimana gelang tersebut jika di-scan akan memunculkan data-data, baik berupa nama, asal, kloter bahkan tempat menginap jemaah selama melaksanakan ibadah haji. Jadi lebih mudah mengidentifikasi jemaah haji asal Indonesia.

Perbaikan, pembenahan dan penambahan juga dilakukan pada jatah makan jemaah yang pada tahun sebelumnya hanya 27 kali maka pada tahun ini ditingkatkan menjadi 40 kali dengan menggunakan koki dan bumbu masak khas Indonesia. Inovasi lainnya adalah ketika telah sampai di Arab Saudi jemaah juga tidak perlu pusing lagi memikirkan koper karena semuanya telah diatur oleh panitia dan akan diantar langsung ke tempat menginap jemaah.

“Kita akan terus melakukan inovasi dan usaha terbaik agar jemaah nyaman dan konsentrasi dalam beribah,” tutupnya.

Usai pelantikan PPIH dilanjutkan dengan peninjauan menu makanan jemaah haji di pesawat. Meal test yang disiapkan pihak Garuda ini, terdapat beragam menu makanan dan minuman yang sajiannya tidak jauh berbeda dengan menu-menu tahun sebelumnya.
Sekda Arif tampak detail meneliti menu-menu yang mendampingi JCH saat menuju Tanah Suci. Perbincangan dengan pihak penyediaan makanan pun berlangsung agar memberikan menu terbaik dan akrab dengan JCH.(bni)

Respon Anda?

komentar