Iklan
Dinsos Bintan melakukan sosialisasi penutupan lokalisasi, kemarin. F. Slamet Nofasusanto/batampos.co.id

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi mengaku dirinya sudah menerima keluhan masyarakat yang tinggal di sekitar lokalisasi terkait rencana penutupan lokalisasi.
”Ya, saya sudah menerima informasi tersebut,” ujarnya, Jumat (13/7).

Dikatakannya, saat ini pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan tengah melaksanakan tahapan-tahapan termasuk sosialisasi yang dianjurkan Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.

Anjuran dari pemerintah pusat yang ingin meniadakan lokasi prostitusi, menurutnya merupakan langkah upaya positif. Saat ini Pemkab mengumpulkan data dan memperhatikan aspek-aspek yang ada di masyarakat.

Nantinya, Pemkab Bintan akan melakukan langkah untuk mendapatkan solusi terbaik untuk mengurai akar masalah ini. ”Akan kita bahas untuk menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Apri, pemerintah tidak hanya sekadar menutup lokalisai, namun juga memberikan langkah-langkah yang terbaik bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokalisasi.

Sebelumnya Pemkab Bintan melalui Dinas Sosial Kabupaten Bintan telah menggelar sosialisasi rencana penutupan lokalisasi di klinik Kampung Bukit Indah KM 24 Toapaya, Kamis (12/7).

Rencana penutupan lokalisasi tersebut mendapatkan tanggapan dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokalisasi. Menurut mereka, penutupan lokalisasi tersebut dinilai akan berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar lokalisasi.(met)

Advertisement
loading...