batampos.co.id – Harga telur ayam ras sudah sepekan ini naik drastis. Sebelumnya harga per butirnya hanya Rp 1.500, namun saat ini menjadi Rp 2.000. Biasanya satu papan dipatok harga Rp 39 ribu, sejak pekan lalu naik menjadi Rp 49 ribu.

”Benar, harga telur ayam ras mengalami kenaikan Rp 500 per butir. Pasokan yang rata-ra­ta dari Kundur, Medan, dan Pe­kanbaru berkurang. Kejadi­an ini bukan di Karimun saja, tapi menyeluruh di berbagai daerah,” kata Kepala Dinas Pedagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, Jumat (13/7).

Pasokan telur ayam ke Karimun terjadi pengurangan cukup banyak. Biasanya dipasok satu ton per minggu, tetapi sejak minggu lalu hanya mendapat jatah 500 kilogram saja atau hanya beberapa ikat saja. Kelangkaan tersebut dikarenakan para peternak sedang melakukan peremajaan ayam petelur secara berbarengan.

”Sesuai dengan hukum perdagangan, kalau permintaan banyak, namun produksi berkurang, otomatis harga naik,” kata Yosli.

Selain telur ayam, harga sembako lainnya tidak ada kenaikan dan stok cukup banyak. Dengan demikian, masyarakat menurut Yosli bisa memilih alternatif selain mengonsumsi telur ayam. Misalnya bisa mengkonsumsi ikan, daging ayam, maupun lainnya, sesuai kebutuhan selera menu makanan. ”Harap bersabarlah. Kemung-kinan kembali normal beberapa hari ke depan,” jawabnya.

Sementara salah seorang pedagang telur, Uda mengungkapkan, dirinya hanya pasrah terhadap kenaikan harga telur tersebut. Dia juga tidak berani memasok terlalu banyak, takut tidak ada yang mau beli akibat harganya cukup tinggi. ”Tetap saya jual Rp 49 ribu per papan. Jarang ada beli telur per butir,” ujarnya.(tri)

Advertisement
loading...