batampos.co.id – Sebanyak 43 jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Anambas tiba di Asrama Haji Batam lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Subadi, Jumat (13/7).

Ia menjelaskan pertimbangan jauhnya jarak antara Kabupaten Anambas dengan Kota Batam menjadi faktor pemerintah daerah tempat asal jamaah mengirim mereka lebih awal masuk asrama.

“Alasannya agar JCH bisa beristirahat dan menghabiskan waktu di asrama sebelum diberangkatkan,” sebutnya.

Semua JCH tiba di Batam pukul 09.00 WIB pagi menggunakan angkutan udara, berbeda dari tahun sebelumnya yang menggunakan angkutan laut. Mengingat cuaca di perairan Kepri yang tidak bisa ditebak, pemerintah asal mengantarkan JCH menggunakan pesawat.

“Selain soal keselamatan juga efisiensi waktu. Kalau dengan pesawat tentu mereka cepat sampai di asrama, berbeda dengan kapal. Inilah yang menjadi pertimbangan mereka masuk lebih awal dari pada JCH lainnya,” ungkap Subadi.

Meskipun JCH masuk lebih awal, petugas haji tetap memberikan pelayanan mengenai kebutuhan jamaah selama berada di asrama. Berdasarkan ketentuan sebenarnya pelayanan dimulai 24 jam sebelum keberangkatan, sedangkan yang datang sebelum waktunya, seluruh biaya pelayanan akan ditanggung oleh pemerintah asal JCH.

“Termasuk konsumsi, akomodasi dan kebutuhan lainnya,” ucapnya.

Selama di asrama, jamaah akan menggelar manasik mandiri didampingi petugas haji daerah asal, sembari menunggu JCH asal daerah lainnya tiba.

Sesuai dengan jadwal keberangkatan, JCH embarkasi Batam kelompok terbang (Kloter) pertama direncanakan mulai masuk asrama tanggal 17 Juli dan diberangkatkan keesokan harinya.

JCH kloter pertama ini merupakan jamaah asal Provinsi Kepri. Sebanyak 455 akan diberangkatkan pukul 09.00 WIB dari Bandara Hang NAdim menuju Madinah menggunakan maskapai Saudi Arabia. JCH akan tiba di tanah suci pukul 14.30 waktu Arab Saudi. (yui)

Advertisement
loading...