batampos.co.id – Meski sudah diajukan sejak lama, pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Bea Gerbang dan Jasa Pengelolaan Sampah, belum juga selesai. Pasalnya, banyak faktor yang harus dipertimbangkan, sebelum Ranperda Bea Gerbang ini ditetapkan menjadi perda.

“Jawaban eksekutif masih ada beberapa faktor yang harus diselesaikan. Kendalanya bukan ada pada kami (Bapperda),” kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) DPRD Batam Sukaryo, Jumat (13/7).

Namun begitu, kata dia, tidak sewajarkan ranperda ini dibiarkan berlarut-larut, mengingat Ranperda Bea Gerbang dan Jasa Pengelolaan Sampah ini sudah pernah diusulkan sebelumnya.

“Kita tak ingin sesuatu yang sudah disepakati di prolegda mandek tanpa ada kejelasan,” tegas Sukaryo.

Pemerintah Daerah, lanjut dia, sebagai pengusul ranperda harus bertanggungjawab. Sebab, jika dirasa tidak mampu, lebih baik ranperda dicabut. “Jika tidak mampu menyelesaikan di semester I, mendingan dicabut saja. Sehingga ranperda lain bisa kita prioritaskan,” ucapnya.

Selain bea gerbang, anggota Komisi I DPRD Batam itu meminta eksekutif segera mempersiapkan lima ranperda harmonisasi agar segera disampaikan di tahap pembicaraan. Sebab, lanjut dia, hingga sampai saat ini belum ada arah pemko Batam untuk menyelesaikan 5 ranperda harmonisasi ini.

“Jangan semangat di awal kempes di belakang. Kinerja DPRD sepertiga dilihat dari legislasi,” tegas dia. (rng)