batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam belum memberikan target yang pasti kapan relokasi warga Dam Baloi Kolam akan dilakukan. Tapi mereka sudah mempersiapkan tiga titik kavling siap bangun (KSB) sebagai lokasi pemindahan.

“Prosesnya terus berlangsung. Kami saat ini tengah meninjau lahan-lahan kavling siap bangun (KSB) yang tepat untuk pemindahan,” kata Deputi IV BP Batam Eko Budi Soepriyanto, Sabtu (15/7).

Dari rencana tujuh titik yang disiapkan BP Batam, Eko mengaku sudah meninjau tiga titik KSB yang cocok.

“Untuk sementara ini ada tiga titik. Ada di daerah Nongsa dan Kabil. Saya sudah meninjaunya dan sedang kami persiapkan,” jelasnya.

BP memang sudah tidak pernah lagi mengalokasikan lahan untuk peruntukan KSB sejak tahun 2000-an.

Sehingga lahan KSB yang diperuntukkan untuk warga Baloi Kolam nanti merupakan lahan KSB lama yang tidak dimanfaatkan.

“Lahannya memang yang khusus peruntukan KSB. Tapi yang tak pernah dibangun,” ucapnya.

Proses ini ia katakan akan dikerjakan secara cepat. Tentu saja dengan melibatkan segala pihak yang berkaitan dengan lahan yang berlokasi di pusat Pulau Batam tersebut.

Deputi IV BP Batam Budi Eko Soepriyanto (tengah).
F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Proses ini akan dilakukan segera dengan bantuan segala pihak. Dan dengan teman-teman penerima alokasi di Dan Baloi,” kata Eko.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menegaskan relokasi Baloi Kolam akan selesai dalam tahun ini tanpa kecuali.

“Harus tahun ini tak boleh lama-lama,” ucapnya singkat.

Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen dalam dua tahun, BP memang berniat untuk memanfaatkan lahan-lahan tidak produktif seperti lahan Baloi Kolam.

BP telah merancang master plan untuk kawasan tersebut. Rencananya Baloi Kolam akan dibangun sebagai pusat sentral bisnis atau central business district (CBD).(leo)