Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Deskranasda) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi (titik merah) berfoto bersama penggiat batik Kota Batam.

batampos.co.id – Pembaca, tahukah Anda bahwa Kota Batam telah memiliki 10 motif batik yang telah dipatenkan?!

Fakta ini diungkap oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Deskranasda) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi saat menghadiri seri Batam Batik Fashion Week 2018 , Minggu (15/7/2018) di atrium DC Mall, Jodoh, Kota Batam. Batam Batik Fashion Week 2018 dilakukan berkeliling dari mal satu ke mal lain.

“Kedepan motif batik Batam akan terus dikembangkan lagi dengan motif yang lebih kreatif dan inovatif,” ucap Marlin.

Ia menambahkan acara seperti ini sangat baik untuk pengembangan kerajinan batam di batam. “Pada tahun 2019 roadshow batik batam akan dilanjutkan,” imbuhnya.

Dekranasda akan mengandeng berbagai pihak baik swasta maupun penerintah dalam upaya terus mengembangkan batik Batam.

Pada kesempatan roadshow Batam Batik Fashion Week 2018 di DC Mall, dihadiri juga oleh desainer dari singapura yang tertarik dengan motif batik Batam. Tak lupa membeeri kesempatan kepada Dekranasda Kota Batam untuk ikut tampil di Sentosa pada bulan Oktober mendatang.

Ketua Deskranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi mengatakan, Batam Batik Fashion Week 2018 digagas dengan tujuan agar pengrajin batik di Batam kian dikenal ramai.

“Karya dari pengrajin batik Batam ini tidak kalah hebat dengan pengrajin batik dari daerah lainnya. Maka itu melalui acara ini dapat menjadi ajang untuk mengenal karya-karya mereka sekaligus para pengrajin batik lokal,” terang istri Wali Kota Batam tersebut.

“Antusiasnya cukup baik, karena semua usia kami libatkan,” jelasnya.

Pojok mBatik, yang memberi kesempatan pengunjung merasakan sensasi mengulas warna pada kanvas.
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

Melihat respon yang hangat itu, Marlin mengaku optimis untuk mengenalkan pengrajin batik Batam dikancah nasional maupun internasional. Rencananya, 15 Agustus akan ditetapkan sebagai Hari Batik Batam.

“Kami akan mengundang pejabat pemerintah dari negara tetangga Singapura dan Malaysia, serta pihak Deskranasda dari seluruh wilayah Kepri,” papar Marlin. (ptt)