Petugas mengevakuasi mayat Supartini yang ditemukan mengapung di bawah Jembatan Wacopek, Dompak, Tanjungpinang, Minggu (15/7). F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Supartini, warga Bukit Cermin Tanjungpinang, ditemukan mengapung di bawah jembatan Sei Wacopek Dompak Tanjungpinang, Minggu (15/7) sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diduga menjadi korban pembunuhan. Saat ditemukan warga, tubuh korban dalam kondisi terbungkus karung dengan tangan dan kaki terikat.

Awalnya, mayat tersebut ditemukan oleh nelayan yang memancing di kawasan jembatan. Mengetahui ada mayat mengapung, nelayan menariknya ke tepi sungai dan melapor ke pihak kepolisian. Setelah dilakukan identifikasi, polisi mengevakuasi korban untuk dilakukan visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepri.

“Tadi saya liat, nelayan menarik mayat ke tepian sungai,” kata Ispion, salah seorang warga. Sebelum ditarik ke tepian sungai, kata Ispion, keberadaan mayat sempat bolak balik terbawa arus. Namun masih di sekitar bawah jembatan. “Saya liat kakinya terikat tali rapia dan terbungkus karung,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara tim identifikasi di tempat kejadian, tidak ditemukan identitas pada tubuh korban.

Korban menggunakan jilbab warna merah, berbaju merah, dan mengenakan celana jins. Selain itu ditemukan kunci sepeda motor dalam saku celana dan batu pemberat yang terikat di tubuh korban. “Dilihat dari kondisinya, diduga korban pembunuhan,” kata Dwi.

Berdasarkan hasil visum, lanjut Dwi, kondisi wajah korban sudah membiru dan sebagian kulit terkelupas. Pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan benda tumpul di sekitar pelipis mata dan bagian kepala. “Kami belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban, harus dilakukan autopsi,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, korban sudah tiga hari tidak pulang ke rumahnya. Diketahui terakhir kali, korban pergi mengantar kue ke rumah kerabatnya di Jalan Pemuda Tanjungpinang bersama anaknya Dimas. Namun sejak saat itu, korban tak kunjung pulang ke rumah. Hingga korban ditemukan, anaknya Dimas belum diketahui keberadaannya. Pihak keluarga juga telah melakukan pencarian ke mana-mana.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiroseno menjelaskan, keluarga korban telah menyatakan mayat perempuan yang ditemukan adalah Supartini, seorang janda beranak satu, warga Bukit Cermin Tanjungpinang.

“Selanjutnya, korban akan dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Setelah itu akan diserahkan ke pihak keluarga korban. Keluarganya sudah memastikan, jasad itu adalah Supartini,” tutup Dwi.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait tewasnya korban. Polisi juga sedang mengumpulkan saksi-saksi dan bukti-bukti terkait kasus tersebut.
“Kami sedang mencari sepeda motor yang digunakan korban,” kata Kasat.

Pantauan di RSUD Kepri, tampak sejumlah keluarga korban memasuki kamar jenazah didampingi petugas kepolisian. Setelah melihat jasad korban, salah seorang yang diketahui sebagai kakak korban menangis histeris. Dihadapan petugas Ia menyebut adiknya bernama Supartini yang tinggal di jalan Bukit Cermin Tanjungpinang.

Ia mengetahui jasad tersebut adalah adiknya, dari baju yang dikenakan serta kunci sepeda motor milik korban yang diperlihatkan petugas. “Yang melakukan kejam ya Allah, salah adikku apa, Astagfirullah,” ucapnya sambil menangis.

Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga belum bersedia memberikan keterangan. Pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan lanjutan penyebab tewasnya korban. (odi)