Polisi bersama dua pelaku begal tiba di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban setelah ditangkap dari Batam, Sabtu (14/7) lalu. F. Dokumentasi reskrim Bintan untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Tauke ayam di Kecamatan Gunung Kijang, Edi menjadi korban begal, Kamis (12/7) lalu. Dari pembegalan itu, korban mengalami kerugian Rp 8 juta.
Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan mengatakan tidak butuh lama bagi polisi untuk menangkap para pelaku, yakni Donatus warga Tanjungpinang, Paulus Sarkian alias Oyon, 32, dan Ferdi Nevanu alias Martin, 38, warga Batam.

Ia menjelaskan, kejadian ini bermula saat korban pulang dengan membawa uang hasil berjualan ayam. Saat korban melintas di jalan raya wilayah Gunung Kijang, seorang pelaku meletakkan kayu di jalan. Edi pun berhenti. Saat itulah Paulus Sarkian dan Ferdi Nevanu langsung keluar dari semak-semak.

”Korban yang mengendarai pikap waktu itu langsung berhenti dan keluar dari mobil untuk menyingkirkan kayu. Pelaku kemudian keluar dari semak. Tas berisi uang milik korban Rp 8 juta dibawa kabur,” katanya, Senin (16/7).

Edi berusaha mengejar pelaku. Kedua pelaku yang dikejar sempat terjatuh. Kemudian mereka lari masuk ke semak-semak. ”Tapi sepeda motornya tertinggal, tasnya raib dibawa pelaku,” kata dia.

Kasus ini terungkap berkat sepeda motor Yamaha Mio Soul warna merah BP 5625 WA yang telah diamankan polisi. Ternyata motor yang dipakai keduanya merupakan motor pinjaman.

”Sepeda motor itu sebenarnya milik kawannya Donatus. Donatus merupakan otak pelaku sekaligus kawan korban. Karena dia yang meminjamkan motor dan menginfokan ke kedua pelaku kalau korban biasanya pulang membawa uang hasil penjualan ayam,” jelasnya.

Setelah meringkus Donatus akhirnya polisi menangkap Paulus Sarkian,Jumat (13/7) di Pelabuhan Roro Tanjunguban. Kemudian Sabtu (14/7) Ferdi Nevanu diamankan di Batam. ”Ketiganya saat ini telah di jeruji besi,” ujar Adi. (met)