batampos.co.id – Setelah dua nelayan hilang kontak di Perairan Berakit dan sampai saat ini belum jelas nasibnya. Kali ini seorang nelayan asal Kabupaten Bintan dikabarkan hilang kontak saat melaut di Perairan Pangkil Kabupaten Bintan, Senin (16/7).

Nelayan tersebut bernama Muani warga RT 004 RW 001 Pulau Buton, Kelurahan Air Glubi Kecamatan Bintan Pesisir. Rianto anak dari korban  ketika dihubungi pada Selasa (16/7) malam membenarkan orangtuanya hilang.

Dia mengatakan awalnya orangtuanya meninggalkan rumah untuk mengantarkan makanan ke temannya yang tinggal di Pulau Pangkil. “Bapak ditelepon kawannya yang kehabisan makanan dan minta diantarkan makanan,” katanya.

Senin (16/7) pagi korban menaiki boat pancung berangkat ke Perairan Pangkil. Hanya siangnya, temannya mengabarkan jika korban tak kunjung datang.

“Siangnya ditelepon sudah tidak bisa. Akhirnya kami mencari di laut dan Selasa kemarin boat pancungnya ditemukan di karang tapi bapak tak ada,” katanya.

Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Budi Cahyadi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya informasi nelayan hilang.

Pihaknya masih menelusuri informasinya. “Ada warga yang melihat pancungnya terlihat di karang, namun menurut warga saat itu mereka tak bisa mendekat karena ombak,” katanya.

Namun Pihaknya telah memerintahkan untuk menerjunkan Rescue Boat 209 Tanjungpinang untuk mencari korban di laut.

Sementara Kasi Ops Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Eko mengatakan, informasinya masih digali karena boat pancung milik korban ditemukan di karam dekat dengan pantai.

“Ini yang masih digali. Karena bisa jadi korban sudah berada di darat, karena pancungnya karam di karang namun dekat dengan pantai. Kami masih menelusuri informasinya,” katanya. (met)